Rabbi Top Yerusalem Sebut Homoseks Keji dan Harus Dihukum Mati

Minggu, 20 November 2016 - 03:21 WIB
Rabbi Top Yerusalem...
Rabbi Top Yerusalem Sebut Homoseks Keji dan Harus Dihukum Mati
A A A
YERUSALEM - Kepala Rabbi Yerusalem, Shlomo Amar, mengatakan perilaku homoseksual merupakan tindakan keji dan harus dihukum mati. Komentar pemimpin agama Yahudi itu dikecam para politisi Israel dan aktivis lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

”Ini adalah kultus kekejian, ini jelas,” kata Amar ketika ditanya tentang sikapnya terhadap homoseksualitas dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Yisrael Hayom, yang dikutip Times of Israel, Minggu (20/11/2016).

”Ini adalah kekejian. (Kitab) Taurat mengatakan itu dihukum mati. Hal ini masuk peringkat pertama pelanggaran berat,” katanya lagi.

Amar melanjutkan bahwa dia tidak percaya dengan klaim perilaku homoseks merupakan orientasi homoseksual. Menurutnya, klaim seperti itu hanya “omong kosong”.

”Ada nafsu dan seseorang dapat mengatasinya jika dia ingin, seperti semua nafsu yang lain,” ujarnya. Amar juga mengaku menolak untuk melayat warga Israel yang tewas ditikam saat ikut parade LGBT beberapa waktu lalu.

Aktivis LGBT, Shirley Kleinman, melaporkan pemimpin komunitas Yahudi itu ke polisi. Dia menilai, rabbi top Yerusalem itu membuat hasutan untuk membunuh kaum homoseks.

”Mari kita coba dan memastikan bahwa orang ini tidak akan tetap dalam sikapnya di depan publik,” tulis Kleinman di halaman Facebook-nya, seperti dikutip The Jerusalem Post.

”Ini bukan masalah anti-agama, saya tidak menentang agama, setiap orang akan hidup sesuai dengan iman mereka. Saya memiliki kepentingan untuk melindungi hak-hak saya dan hak Anda untuk hidup, dan (hidup dengan) bermartabat,” ujarnya.

Anggota Knesset atau parlemen Israel, Yael German dan Meirav Michaeli ikut mengecam komentar rabbi Yerusalem itu. Mereka menulis surat kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pelayanan Keagamaan David Azoulay tentang masalah ini.

Anggota parlemen dari Partai Yesh Atid dan Uni Zionis itu menuduh Amar sudah mengeksploitasi posisinya sebagai kepada otoritas keagamaan untuk kampanye hasutan berbahaya terhadap kelompok masyarakat besar di Israel.

”Seorang tokoh masyarakat yang membahayakan keselamatan warga Israel dengan diskriminasi dan hasutan harus dipecat dari posisi mereka segera,” bunyi surat German dan Michaeli.
(mas)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
54 menit yang lalu
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
2 jam yang lalu
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
4 jam yang lalu
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
4 jam yang lalu
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
5 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved