Kisah Siswi Penyandang Disabilitas yang Menempuh Pendidikan di AS

Kamis, 17 November 2016 - 14:06 WIB
Kisah Siswi Penyandang...
Kisah Siswi Penyandang Disabilitas yang Menempuh Pendidikan di AS
A A A
JAKARTA - Qurata Ayuna, seorang mahasiswi Universitas Indonesia asal Padang, Sumatera Barat menceritakan sedikit kisahnya saat ia berkesempatan mengenyam pendidikan di Amerika Serikat (AS). Qurata bersekolah di AS pada tahun 2011 hingga 2012 lalu.
Ditemui di pusat kebudayaan AS di Jakarta, Qurata mengatakan, sekolah di AS tidak terlalu sulit bagi penyandang disabilitas seperti dirinya. Ia menyebut, tidak ada ada diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas, setidaknya di tempat ia tinggal dan bersekolah, yakni di Washington DC.
"Mereka memperlakukan kita (penyandang disabilitas) seperti orang biasa, jadi tidak ada perbedaan. Mungkin yang sedikit berbeda adalah jika mereka melihat kita kesulitan, mereka akan membantu," kata Qurata.
Wanita berkursi roda itu juga mengatakan, warga di sekitar tempat ia tinggal dan sekolah sudah lebih peka terhadap kebutuhan para penyandang disabilitas. Hal ini, tutur Qurata, masih jarang ditemui di Indonesia.
Untuk proses belajar di kelas, ia menceritakan, para guru tidak membedakan antara siswa normal dan mereka yang menyandang disabilitas. Semua siswa harus berusaha dan menunjukan prestasi mereka di kelas.
Satu hal lain yang menurut Qurata lebih membuat penyadang disabilitas seperti nyaman tinggal dan bersekolah di AS adalah fasilitas publik. Di AS, fasilitas publik sudah sangat mendukung aktivitas para penyandang disabilitas.
Qurata bersekolah di AS saat ia tergabung dalam penerima beasiwa YES atau program pertukaran pelajar Indonesia dan AS. Di AS ia tinggal di rumah seorang orang tua asuh. Qurata menjabarkan, orang tua asuhnya adalah seorang ibu tunggal yang sangat ketat menerapkan kedisiplinan dan kemandirian.
Ia tidak tinggal sendirian, di rumah itu Qurata mengaku tinggal bersama empat anak asuh lainya, yang semuanya juga penyandang disabilitas. Qurata menambahkan, nilai yang diterapkan ibu asuhnya membuat ia menjadi pribadi yang mandiri, dan disipilin, serta kuat.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
3 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
5 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
5 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
6 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
7 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved