Gagal Target, Para Karyawan di China Dihukum Makan Cacing Hidup

Selasa, 15 November 2016 - 22:57 WIB
Gagal Target, Para Karyawan...
Gagal Target, Para Karyawan di China Dihukum Makan Cacing Hidup
A A A
HANZHONG - Sebuah toko penyedia perabotan di China telah memperkenalkan hukuman aneh bagi karyawan yang gagal mencapai target kerja. Yakni, memerintahkan karyawan tersebut memakan cacing hidup di depan umum.

Pada Selasa 8 November 2016 lalu, sekitar pukul 06.30, sekitar 50 orang memakai seragam toko berkumpul di alun-alun di pusat kota Hanzhong, Provinsi Shaanxi. Seorang pria kemudian tiba dengan dua tas.

Satu tas berisi sumpit, cangkir dan dua botol minuman keras. Tas lainnya berisi cacing kuning hidup.

Setelah membaca nama-nama karyawan yang berkinerja buruk, pria itu menuangkan minuman keras ke dalam setiap cangkir, menambahkan cacing.

Pria tersebut kemudian meminta karyawan untuk minum minuman keras dan memakan cacing yang disuguhkan. Lima hingga enam orang karyawan mengikuti dan menjalankan petunjuk pria tersebut.

Menurut seorang karyawan toko, pekerja diwajibkan setiap pagi melaporkan target kerja mereka kepada supervisor. Bagi mereka yang gagal mencapai target, maka dihukum pada hari berikutnya.

”Hukuman hari ini adalah makan cacing yang mereka beli dari pasar hewan peliharaan. Empat cacing untuk kehilangan satu pelanggan,” kata seorang karyawan toko.

Pada tanggal 10 November 2016, seorang wartawan surat kabar lokal berbicara dengan pria yang bertanggung jawab pada toko tersebut dengan marga Cao.

”Kami menetapkan target penjualan untuk hari berikutnya dan semua orang menandatangani jaminan. Kalau ada yang gagal untuk mencapai target tersebut, dia akan menerima hukuman secara sukarela," kata Cao. ”Target yang ditetapkan oleh karyawan, dengan tujuan memotivasi diri,” lanjut Cao, seperti dikutip Straits Times, Selasa (15/11/2016).

Meski demikian, hukuman tersebut menuai kritik. Menurut pengacara lokal, Zhao Xiaodong, memaksa karyawan untuk makan cacing hidup telah melanggar hak hak karyawan. Para karyawan, menurutnya, bisa melaporkan pelanggaran seperti itu kepada departemen pengawasan ketenagakerjaan.
(mas)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
16 menit yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
2 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
4 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
5 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
7 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved