Media Asing Soroti Kontes Miss Waria Indonesia di Jakarta

Selasa, 15 November 2016 - 00:06 WIB
Media Asing Soroti Kontes...
Media Asing Soroti Kontes Miss Waria Indonesia di Jakarta
A A A
JAKARTA - Beberapa media asing menyoroti kontes Miss Waria Indonesia 2016 yang digelar di Jakarta dengan lokasi yang dirahasiakan. Salah satu media asing, Fox News, menulis penyelenggaraan kontes Miss Waria secara rahasia pada Jumat malam itu merupakan tindakan “tamparan” untuk kelompok garis keras.

Indonesia Miss Transgender crowned in a slap for hard-liners (Miss Transgender Indonesia dinobatkan dalam sebuah tamparan untuk garis keras),” demikian judul media yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ini, Senin (14/11/2016).

Penyelanggara kontes telah meminta semua yang hadir tidak mengunggah materi apa pun di media sosial. Sejumlah wartawan baru diberitahu beberapa jam soal lokasi yang dirahasiakan menjelang kontes berakhir dengan tujuan untuk mencegah kelompok garis keras menutup paksa kontes ini.

Qienabh Tappii, 28 tahun yang mewakili Jakarta dinyatakan sebagai pemenang kontes Miss Waria Indonesia 2016. Dia telah bersaing dengan lebih dari 30 kontestan lainnya.

Qienabh Tappi akan mewakili Indonesia pada kontes Miss Transgender Internasional yang akan diselenggarakan di Thailand tahun depan. ”Saya sangat senang, saya merasa seperti ingin menangis," kata Qienabh Tappii, yang berdiri di samping trofi warna emas setinggi 2 meter dan mengusung trofi kecil warna merah.

”Malam ini adalah awal dari perjuangan saya untuk hak-hak saya sebagai waria,” katanya lagi. ”Saya ingin waria diterima, dihargai dan dipahami dalam masyarakat kita, dan agar menjadi setara dengan orang Indonesia lainnya. Saya akan bekerja keras untuk mencapainya,” ujarnya.

Di Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim kontes seperti itu masih tabu. Pihak penyelenggara mengaku merahasiakan lokasi kontes karena takut diserang kelompok garis keras tertentu.

”Jika masyarakat tahu sebelumnya bahwa akan ada peristiwa seperti ini, mereka yang menggunakan agama sebagai ‘topeng’ mereka bisa menyerang kami. Itu sebabnya kami merahasiakannya sampai menit terakhir,” kata organizer kontes Nancy Iskandar.

”Kelompok radikal sangat arogan. Saya takut bahwa hal itu bisa meledak dalam konfrontasi fisik,” ujar Nancy. ”Kami tidak ingin mereka menginjak kita selamanya. Apa untungnya bagi mereka? Kami tidak melakukan kerusakan apapun,” ucapnya.

Media asing lain yang menyoroti kontes Miss Waria Indonesia 2016 di lokasi yang dirahasiakan di Jakarta adalah AFP. Laporan media yang berbasis di Prancis ini juga dilansir beberapa media Asia, salah satunya media Malaysia, The Star, yang menulisnya dengan judul “Secret beauty pageant for Indonesia's transgender women”.
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
41 menit yang lalu
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
1 jam yang lalu
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
10 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
11 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
12 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
13 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved