Ulama Iran Berharap Trump Tak Cari Ribut dengan Teheran
Sabtu, 12 November 2016 - 17:33 WIB
Ulama Iran Berharap Trump Tak Cari Ribut dengan Teheran
A
A
A
TEHERAN - Ulama Iran, Ayatollah Seyed Ahmad Khatami berharap Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donadl Trump tidak mencari ribut dengan Iran. Selama ini, Iran adalah rival utama AS di Timur Tengah.
Khatamani mengatakan, Trump sebaiknya tidak membuat kebijakan yang bisa memancing konfrontasi dengan Iran. Dia mengingatkan, Iran memiliki sebuah pegangan, yakni akan melawan siapapun yang mencari keributan hingga akhir.
"Trump sebaiknya hati-hati, dan tidak lagi memilin ekor seorang singa. Saya harap Anda akan mendengar kata-kata ini dan menyadari Iran memiliki cara dan moto, dan itu adalah: Kami akan melawan sampai nafas terakhir kami," ucap Khatami.
"Kami berharap Presiden baru AS akan memenuhi pernyataan baru-baru in, yakni dia tidak ingin ketegangan dengan negara lain. Jika tidak, setidaknya ia harus belajar lebih banyak tentang bangsa Iran dan menghindari melakukan sesuatu yang salah," sambungnya, seperti dilansir Fars News pada Sabtu (12/11).
Ia menambahkan, Iran adalah negara yang tidak suka untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain, termasuk di dalamnya mencapuri urusan dalam negeri AS. Khatami juga menyatakan, Iran menghormati setiap pilihan yang dibuat oleh warga AS.
Khatamani mengatakan, Trump sebaiknya tidak membuat kebijakan yang bisa memancing konfrontasi dengan Iran. Dia mengingatkan, Iran memiliki sebuah pegangan, yakni akan melawan siapapun yang mencari keributan hingga akhir.
"Trump sebaiknya hati-hati, dan tidak lagi memilin ekor seorang singa. Saya harap Anda akan mendengar kata-kata ini dan menyadari Iran memiliki cara dan moto, dan itu adalah: Kami akan melawan sampai nafas terakhir kami," ucap Khatami.
"Kami berharap Presiden baru AS akan memenuhi pernyataan baru-baru in, yakni dia tidak ingin ketegangan dengan negara lain. Jika tidak, setidaknya ia harus belajar lebih banyak tentang bangsa Iran dan menghindari melakukan sesuatu yang salah," sambungnya, seperti dilansir Fars News pada Sabtu (12/11).
Ia menambahkan, Iran adalah negara yang tidak suka untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain, termasuk di dalamnya mencapuri urusan dalam negeri AS. Khatami juga menyatakan, Iran menghormati setiap pilihan yang dibuat oleh warga AS.
(esn)