Eks Pengungsi Somalia Terpilih Jadi Legislator AS
Kamis, 10 November 2016 - 05:21 WIB
Eks Pengungsi Somalia Terpilih Jadi Legislator AS
A
A
A
WASHINGTON - Seorang perempuan berusia 34 tahun menarik perhatian di tengah hiruk pikuk kemenangan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS). Ilhan Omar, seorang Muslimah keturunan Somalia-Amerika, terpilih menjadi legislator dari Minnesota.
Omar berhasil menyingkirkan pesaingnya dari Partai Republik untuk mendapatkan kursi legislator. "Malam ini, kita merayakan kemenangan ini, kemenangan kami. Tapi pekerjaan kita tidak akan berhenti. Kami akan terus membangun distrik, negara dan bangsa yang lebih sejahtera dan adil di mana masing-masing dari setiap kita memiliki kesempatan untuk berkembang dan maju bersama," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (10/11/2016).
Omar harus melalui jalan yang panjang dan sulit untuk mengikuti dan memenangkan pemilu di tahun di mana umat Islam menghadapi rentetan kejahatan kebencian dan ancaman. Kemenangannya terjadi kurang dari satu minggu setelah presiden terpilih Donald Trump menyebut imigran Somalia sebagai 'bencana' dalam kampanyenya.
Ketika Trump secara terbuka menyerukan larangan Muslim datang ke negara itu dan menolak untuk mengesampingkan sistem ID Muslim, prospek wanita Muslim memegang tampuk pimpinan menarik perhatian nasional. Hal ini juga membuat Omar berada dalam pengawasan negatif.
Situs konservatif mulai menuduh Omar melakukan penipuan imigrasi tak lama setelah kemenangannya. Mereka percaya jika ia tengah dalam proses cerai dengan suaminya yang disebut orang asing. Ia pun membantahnya karena sosok yang disebut sebagai suaminya adalah kakaknya sendiri.
Omar menjadi wanita Muslim pertama yang memegang jabatan di Minnesota dan sekarang akan mewakili 60 kabupaten Minnesota.
Omar berhasil menyingkirkan pesaingnya dari Partai Republik untuk mendapatkan kursi legislator. "Malam ini, kita merayakan kemenangan ini, kemenangan kami. Tapi pekerjaan kita tidak akan berhenti. Kami akan terus membangun distrik, negara dan bangsa yang lebih sejahtera dan adil di mana masing-masing dari setiap kita memiliki kesempatan untuk berkembang dan maju bersama," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (10/11/2016).
Omar harus melalui jalan yang panjang dan sulit untuk mengikuti dan memenangkan pemilu di tahun di mana umat Islam menghadapi rentetan kejahatan kebencian dan ancaman. Kemenangannya terjadi kurang dari satu minggu setelah presiden terpilih Donald Trump menyebut imigran Somalia sebagai 'bencana' dalam kampanyenya.
Ketika Trump secara terbuka menyerukan larangan Muslim datang ke negara itu dan menolak untuk mengesampingkan sistem ID Muslim, prospek wanita Muslim memegang tampuk pimpinan menarik perhatian nasional. Hal ini juga membuat Omar berada dalam pengawasan negatif.
Situs konservatif mulai menuduh Omar melakukan penipuan imigrasi tak lama setelah kemenangannya. Mereka percaya jika ia tengah dalam proses cerai dengan suaminya yang disebut orang asing. Ia pun membantahnya karena sosok yang disebut sebagai suaminya adalah kakaknya sendiri.
Omar menjadi wanita Muslim pertama yang memegang jabatan di Minnesota dan sekarang akan mewakili 60 kabupaten Minnesota.
(ian)