Jadi Presiden AS Ke-45, Putin Ucapkan Selamat pada Trump
Rabu, 09 November 2016 - 16:33 WIB
Jadi Presiden AS Ke-45, Putin Ucapkan Selamat pada Trump
A
A
A
MOSKOW - Ucapan selamat kepada Donadl Trump setelah terpilih sebagai Presiden baru Amerika Serikat (AS) terus berdatangan. Terbaru, ucapan selamat datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam sebuah pernyataan, Kremlin mengatakan pesan selamat tersebut disampaikan Putin dalam sebuah pesan telegram kepada Trump. Dalam pesannya, lanjut Kremlin, Putin menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintahan baru AS di bawah pimpinan Trump.
"Dalam telegram, Putin menyatakan harapan terhadap kerjasama untuk mengangkat hubungan Rusia-AS dari keadaan krisis, serta untuk mengatasi masalah mendesak dari agenda internasional dan pencarian tanggapan yang efektif terhadap tantangan keamanan global," kata Kremlin, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (9/11).
"Putin menyatakan harapan krisis dalam hubungan AS-Rusia akan diatasi melalui kerja bersama. Putin juga mengatakan, ia berharap dialog antara Moskow dan Washington, dengan posisi imbang antara kedua negara, yang memenuhi kepentingan AS dan Rusia," sambungnya.
Trump dipastikan menang dalam pilpres AS setelah mendapatkan lebih dari 270 electoral vote. Pengusaha nyentrik asal New York itu unggul lebih dari 30 suara dari saingnya, Hillary Cli
Dalam sebuah pernyataan, Kremlin mengatakan pesan selamat tersebut disampaikan Putin dalam sebuah pesan telegram kepada Trump. Dalam pesannya, lanjut Kremlin, Putin menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintahan baru AS di bawah pimpinan Trump.
"Dalam telegram, Putin menyatakan harapan terhadap kerjasama untuk mengangkat hubungan Rusia-AS dari keadaan krisis, serta untuk mengatasi masalah mendesak dari agenda internasional dan pencarian tanggapan yang efektif terhadap tantangan keamanan global," kata Kremlin, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (9/11).
"Putin menyatakan harapan krisis dalam hubungan AS-Rusia akan diatasi melalui kerja bersama. Putin juga mengatakan, ia berharap dialog antara Moskow dan Washington, dengan posisi imbang antara kedua negara, yang memenuhi kepentingan AS dan Rusia," sambungnya.
Trump dipastikan menang dalam pilpres AS setelah mendapatkan lebih dari 270 electoral vote. Pengusaha nyentrik asal New York itu unggul lebih dari 30 suara dari saingnya, Hillary Cli
(esn)