ISIS Kobarkan Pembantaian Tepat saat Pilpres Amerika

Senin, 07 November 2016 - 07:40 WIB
ISIS Kobarkan Pembantaian...
ISIS Kobarkan Pembantaian Tepat saat Pilpres Amerika
A A A
WASHINGTON - Kelompok ISIS mengobarkan kepada para pendukungnya untuk membantai rakyat Amerika Serikat (AS) tepat pada hari pemungutan suara pemilihan presiden (pilpres), Selasa (8/11/2016) waktu AS atau Rabu (9/11/2016) WIB. ISIS juga menyerukan warga Muslim AS untuk tidak memberikan suaranya dalam pilpres.

Target ISIS dalam ancaman itu adalah warga AS yang memberikan suaranya ke tempat pemungutan suara (TPS). Ancaman terbaru kelompok ISIS atau Islamic State dilaporkan oleh situs kelompok pemantau terorisme SITE yang merujuk pada artikel yang diterbitkan oleh media center ISIS, Al Hayat.

Ancaman mengerikan ISIS ini muncul setelah FBI menyelidiki adanya rencana serangan teror besar sebelum Pemilu AS di beberapa negara bagian. Penyelidikan FBI ini terkait rencana serangan teror besar-besaran oleh al-Qaeda terhadap negara bagian Texas, New York dan Virginia. Hanya saja, lokasi serangan yang direncanakan itu belum diketahui.

“Militan telah datang untuk membantai Anda dan menghancurkan kotak suara Anda,” bunyi ancaman ISIS dalam artikel itu. Dalam artikel itu, ISIS menganggap tidak ada perbedaan antara Partai Republik dan Partai Demokrat di AS soal kebijakan terhadap Islam dan warga Muslim AS.

Ancaman tersebut datang ketika kandidat presiden Partai Demokrat Hillary Clinton dan rivalnya dari Partai Republik Donald Trump bersaing keras merebut simpati rakyat AS menjelang pemungutan suara.

“Komunitas kontraterorisme dan keamanan dalam negeri tetap waspada untuk mempertahankan diri terhadap serangan di sini, di Amerika Serikat,” kata pihak FBI melalui seorang juru bicara kepada CBS News mengacu pada ancaman serangan al-Qaeda terhadap tiga negara bagian AS.

”FBI, bekerja dengan (aparat keamanan) federal, negara bagian dan rekan-rekan lokal kami, dan mempelajari (informasi) intelijen setiap hari, dan akan terus bekerja sama dengan penegak hukum dan mitra komunitas intelijen untuk mengidentifikasi dan mengganggu setiap potensi ancaman terhadap keselamatan publik,” lanjut juru bicara FBI.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga sedang memindai sistem Pemilu yang rentan selama tahapan pemilihan presiden AS. Para pakar keamanan cyber dan para pejabat AS sudah menyatakan bahwa serangan cyber berpotensi mengubah hasil Pemilu di wilayah terpencil, karena sebagian mesin voting tidak terhubung ke internet.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Benarkah ISIS Diciptakan...
Benarkah ISIS Diciptakan oleh Obama dan Hillary Clinton?
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
12 menit yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
52 menit yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
1 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
2 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved