Protes Serangan Aleppo, Ratusan Manekin Dibuang di Luar Kedubes Rusia

Jum'at, 04 November 2016 - 09:06 WIB
Protes Serangan Aleppo,...
Protes Serangan Aleppo, Ratusan Manekin Dibuang di Luar Kedubes Rusia
A A A
LONDON - Sekitar 24 orang demonstran berkumpul di luar Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di London. Mereka memprotes penggunaan kekuatan udara Moskow untuk mendukung pemerintah Suriah mengepung Aleppo.

Para pengunjuk rasa melemparkan ratusan anggota badan manekin di depan Kedubes. Ratusan anggota badan manekin tersebut mewakili warga Suriah yang cedera akibat serangan tersebut. Para pengunjuk rasa menuding Moskow melakukan kekejaman yang tak terhitung di kota terbesar Suriah. Selain itu, dua aktivis juga merantai dirinya ke gerbang kedutaan.

"Penggunaan amunisi tandan dan bunters bunker dan kengerian yang mengerikan lainnya bahwa pemerintah Rusia telah menjadi bagian dari Suriah. Jadi aku terkunci di sini untuk membuat titik ini," kata John Dunford, demonstran yang merantai dirinya di pintu gerbang, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (4/11/2016).

Dalam pernyataannya, Kedubes Rusia mengatakan pihaknya prihatin dengan keengganan dari Pemerintah Inggris untuk memastikan normalnya operasional dan keamanan misi diplomatik Rusia di London.

"Keamanan misi diplomatik Rusia di Inggris dikompromikan. Polisi tetap acuh tak acuh dalam menghadapi perilaku terbuka provokatif dan tidak teratur dari demonstran," bunyi pernyataan Kedubes Rusia.

Misi diplomatik Rusia juga menuduh Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, mendorong aksi protes dan menuduh beberapa pejabat Inggris menjalankan kampanye anti Rusia di media. Mereka juga telah meneruskan protes tersebut ke Kantor Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran.

"Salah satunya adalah aksi protes di bawah ini yang kesanya telah direncanakan secara menyeluruh, yang tidak mengejutkan dalam konteks pernyataan resmi baru-baru ini di Parlemen oleh Sekretaris Negara untuk Luar Negeri dan Persemakmuran Boris Johnson mendorong untuk mengadakan protes di luar Kedubes Rusia London," bunyi pernyataan itu.

"Yang perlu menjadi perhatian hari ini adalah manifestasi di dekat Kedubes telah disertai dengan kampanye anti Rusia yang sedang berlangsung di media terinspirasi oleh beberapa pernyataan dari pejabat Inggris."

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson sempat menyerukan protes di luar kedutaan Rusia selama keadaan darurat dalam perdebatan tentang Suriah di Parlemen pada bulan Oktober lalu.
(ian)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Pengadilan Inggris Tetapkan...
Pengadilan Inggris Tetapkan Shamima Begum Bisa Kembali dari Suriah
Assad Punya Rp1,1 Triliun...
Assad Punya Rp1,1 Triliun di Rekening Bank Inggris yang Dibekukan
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Berita Terkini
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
1 jam yang lalu
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
2 jam yang lalu
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
2 jam yang lalu
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
3 jam yang lalu
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
6 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved