Pejabat Israel: Iran Kerahkan 25.000 Milisi Syiah dalam Perang Suriah

Jum'at, 04 November 2016 - 02:03 WIB
Pejabat Israel: Iran...
Pejabat Israel: Iran Kerahkan 25.000 Milisi Syiah dalam Perang Suriah
A A A
YERUSALEM - Iran saat ini mengerahkan sekitar 25.000 milisi Syiah untuk perang di Suriah, yang sebagian besar direkrut dari Afghanistan dan Pakistan. Tuduhan ini disampaikan seorang pejabat Israel, Avi Dichter kepada delegasi parlemen Swiss.

Dichter merupakan Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Isreael. Dia sebelumnya menjabat sebagai kepala badan intelijen dalam negeri Israel.

Menurut Dichter, milisi yang dikerahkan Iran di Suriah fokusk untuk memerangi pemberontak Sunni yang menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.

“Ini adalah legiun asing dari sekitar 25.000 militan, yang sebagian besar berasal dari Afghanistan dan Pakistan,” ujar Dichter. “Mereka berjuang di Suriah hanya melawan pemberontak dan tidak melawan ISIS,” katanya.

Tidak jelas sumber informasi yang dibeberkan Dichter. Namun, dia selama ini menerima briefing intelijen.

Di Suriah, Iran juga memiliki dukungan dari milisi Hizbullah Libanon, yang memiliki pengalaman panjang di kawasan itu, khususnya dalam berhadapan dengan Israel. Tidak jelas berapa banyak milisi Hizbullah yang berada di Suriah. Tapi, Dichter mengatakan 1.600 milisi telah tewas.

”Iran meminta Hizbullah untuk bertempur di Suriah karena tentara Iran lebih cocok untuk melawan tentara lain. Sedangkan milisi Hizbullah mahir dalam perang melawan kelompok-kelompok teror,” imbuh Dichter.

”Pertempuran itu telah membuat (Hizbullah) memiliki kekuatan tempur yang lebih baik dan lebih mahir dalam peperangan militer konvensional,” katanya. Dichter memperingatkan bahwa negara-negara Eropa jangan naif perihal siapa yang mencoba untuk memasuki perbatasan mereka.

Israel telah lama memandang Iran sebagai ancaman terbesar. Pada saat bermusuhan dengan Iran, Israel berupaya memperbaiki hubungan dengan beberapa negara Arab yang didominasi kaum Sunni, termasuk di antaranya Mesir dan Arab Saudi.

Dichter mengatakan kepada delegasi Swiss bahwa "mimpi" Iran adalah untuk mengontrol tempat-tempat suci Islam di Saudi seperti Makkah dan Madinah. ”Semua orang harus bertanya pada diri sendiri mengapa Iran sedang membangun rudal dengan jangkauan 2.000 km, dua kali jarak (dari wilayah mereka) ke Israel,” katanya.

”Mesir juga dalam jangkauan mereka, seperti halnya Arab Saudi. Dua ribu tahun yang lalu, Iran adalah sebuah kerajaan dan sekarang ingin menciptakan itu,” ujarnya, seperti dikutip Jerusalem Post, Jumat (4/11/2016).
(mas)
Berita Terkait
Israel Serang Suriah,...
Israel Serang Suriah, Kedubes Iran di Damaskus Terancam
Serangan Israel di Suriah...
Serangan Israel di Suriah Hancurkan 1.000 Lebih Rudal Buatan Iran
Selama Iran Masih Bercokol,...
Selama Iran Masih Bercokol, Israel Akan Terus Bombardir Suriah
Israel Serang Kapal...
Israel Serang Kapal Iran yang Membawa Minyak ke Suriah
Pertahanan Udara Suriah...
Pertahanan Udara Suriah Lumpuhkan Serangan Israel di Atas Damaskus
Serangan Udara Israel...
Serangan Udara Israel Menghancurkan Konsulat Iran di Suriah, 7 Perwira Tinggi Iran Tewas
Berita Terkini
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
4 menit yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
1 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
2 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
3 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
5 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved