Turki Pecat 10 Ribu PNS dan Bredel Media Massa

Senin, 31 Oktober 2016 - 03:34 WIB
Turki Pecat 10 Ribu...
Turki Pecat 10 Ribu PNS dan Bredel Media Massa
A A A
ANKARA - Turki mengatakan telah memecat 10 ribu PNS dan menutup 15 lebih outlet media karena diduga terkait dengan organisasi teroris dan ulama yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen. Gulen dituding pemerintah Turki sebagai dalang kudeta yang gagal pada bulan Juli lalu.

Berdasarkan dekrit yang dikeluarkan, media yang dibredel adalah koran dan majalah yang terbit dari wilayah mayoritas Kurdi di wilayah tenggara Turki . Total organisasi media yang ditutup sejak aturan keadaan darurat diberlakukan pada bulan Juli lalu menjadi hampir 160.

Menanggapi hal itu, partai-partai oposisi menggambarkannya sebagai kudeta itu sendiri. Tindakan keras pemerintah Turki juga telah memicu keprihatinan atas fungsi negara.

"Apa yang pemerindah dan Erdogan lakukan sekarangan adalah kudeta langsung terhadap supremasi hukum dan demokrasi," kata Sezgin Tanrikulu, seorang anggota parlemen dari oposisi Partai Republik Rakyat utama (CHP), mengatakan dalam sebuah siaran Periscope yang diposting di Twitter dikutip dari Reuters, Senin (31/10/2016).

Meluasnya operasi pembersihan yang dilakukan oleh rezim Erdogan memicu kekhawatiran kelompok hak asasi manusia dan negara Barat yang menjadi sekutu Turki. Barat takut jika Erogan akan menggunakan aturan keadaan darurat untuk memberangus perbedaan pendapat. Namun, pemerintah mengatakan tindakan tersebut dibenarkan mengingat upaya kudeta 15 Juli yang menewaskan 240 orang tewas.

Lebih dari 100.000 orang sudah dipecat atau diskors dan 37.000 ditahan sejak kudeta yang gagal, dalam tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah Turki mengatakan tindakan itu diperlukan untuk membasmi semua pendukung Fethullah Gulen dari aparatur negara. Pemerintah Turki juga menghapuskan kebijakan pemilihan rektor secara mandiri.

Lale Karabiyik, anggota parlemen CHP lainnya, mengatakan langkah itu merupakan penyalahgunaan dari keputusan keadaan darurat. Sedangkan oposisi pro-Kurdi mengatakan keputusan digunakan sebagai alat untuk membangun 'one-man rezim'.
(ian)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
20 menit yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
1 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
2 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
3 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
3 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
4 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved