Media Pemerintah Tuding Pemberontak Suriah Gunakan Senjata Kimia
Senin, 31 Oktober 2016 - 02:33 WIB
Media Pemerintah Tuding Pemberontak Suriah Gunakan Senjata Kimia
A
A
A
DAMASKUS - Kelompok pemberontak Suriah terus melancarkan serangan untuk mematahkan pengepungan yang dilakukan pasukan pemerintah. Ditengah-tengah pertempuran yang menyebar di Aleppo, berhembus kabar jika pasukan pemberontak menggunakan senjata kimia.
Media pemerintah Suriah mengatakan pemberontak telah menembakkan peluru gas yang mengandung klorin di area perumahan bagian barat yang dikuasai pemerintah, al-Hamdaniya. Namun tudingan itu dibantak pemberontak dan balik menuding pasukan pemerintah yang telah menembakkan gas beracun di pertempuran lain.
Media pemerintah Suriah mengutip direktur rumah sakit Aleppo mengatakan 18 orang, warga sipil dan tentara, telah menderita sesak napas yang diduga akibat serangan gas pemberontak. Namun, tidak ada laporan mengenai kematian akibat serangan gas tersebut seperti dikutip darei Reuters, Senin (31/10/2016).
Sedangkan kelompok Observatorium Suriah untuk HAM mengatakan telah mengkonfirmasi laporan korban lemas di antara pasukan pemerintah di dua garis depan yang dihantam roket pasukan pemberontak. Namun kelompok yang berbasis di Inggris itu belum bisa memastikan apakah hal itu disebabkan oleh gas klorin atau bukan.
Sementara itu, pasukan pemberontak Suriah juga melemparkan tudingan yang sama. Pasukan pemerintah mengatakan tentara menyerang wilayah yang dikuasai oleh pemberontak dengan roket yang mengandung gas klorin. Pemberontak Suriah pun memperlihatkan video yang menunjukkan korban serangan mengalami gangguan pernapasan.
Media pemerintah Suriah mengatakan pemberontak telah menembakkan peluru gas yang mengandung klorin di area perumahan bagian barat yang dikuasai pemerintah, al-Hamdaniya. Namun tudingan itu dibantak pemberontak dan balik menuding pasukan pemerintah yang telah menembakkan gas beracun di pertempuran lain.
Media pemerintah Suriah mengutip direktur rumah sakit Aleppo mengatakan 18 orang, warga sipil dan tentara, telah menderita sesak napas yang diduga akibat serangan gas pemberontak. Namun, tidak ada laporan mengenai kematian akibat serangan gas tersebut seperti dikutip darei Reuters, Senin (31/10/2016).
Sedangkan kelompok Observatorium Suriah untuk HAM mengatakan telah mengkonfirmasi laporan korban lemas di antara pasukan pemerintah di dua garis depan yang dihantam roket pasukan pemberontak. Namun kelompok yang berbasis di Inggris itu belum bisa memastikan apakah hal itu disebabkan oleh gas klorin atau bukan.
Sementara itu, pasukan pemberontak Suriah juga melemparkan tudingan yang sama. Pasukan pemerintah mengatakan tentara menyerang wilayah yang dikuasai oleh pemberontak dengan roket yang mengandung gas klorin. Pemberontak Suriah pun memperlihatkan video yang menunjukkan korban serangan mengalami gangguan pernapasan.
(ian)