AS Klaim Haramkan Dana Asing untuk Kampanye Capres

Kamis, 27 Oktober 2016 - 17:17 WIB
AS Klaim Haramkan Dana...
AS Klaim Haramkan Dana Asing untuk Kampanye Capres
A A A
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengklaim dana asing untuk kampanye calon presiden (capres) dilarang. Hal itu disampaikan Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, McFeerters, Kamis (27/10/2016).

Diplomat AS ini mengatakan, masalah pendanaan kampanye capres di AS sudah diatur cukup ketat. Tapi, masih banyak celah yang bisa digunakan untuk melakukan kecurangan.

"Ada peraturan yang mengatur batasan dari bantuan pendanaan individu yang boleh diberikan, yakni sebesar USD 207.000," kata McFeeters kepada wartawan di Pusat Kebudayaan AS di Jakarta, pada Kamis (27/10/2016).

"Tapi masyarakat juga bisa memberikan kepada komunitas politik, itu yang tidak diberi batasan, jadi ini adalah subjek yang cukup kompleks," ujarnya.

Sedangkan donasi asing untuk kampanye capres, McFeeters menegaskan hal itu dilarang di negaranya. "Saya tidak percaya itu (sumbangan dari asing) ada, tapi secara spesifik hal itu tidak diperbolehkan," katanya.

Masalah adanya dana asing yang masuk ke kocek para capres telah menjadi perdebatan di AS. Kedua capres dilaporkan menerima dana bantuan kampanye dari sejumlah negara.

Hillary, dalam bocoran dokumen e-mail disebut menerima bantuan dana dari Qatar dan Arab Saudi. Sedangkan Trump disebut sedang meminta dana kepada sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
17 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved