Diburu 44 Hari, Harimau Pemakan Manusia di India Dibunuh

Senin, 24 Oktober 2016 - 12:22 WIB
Diburu 44 Hari, Harimau...
Diburu 44 Hari, Harimau Pemakan Manusia di India Dibunuh
A A A
NAINITAL - Seekor harimau betina di India yang telah memakan manusia dibunuh setelah diburu ramai-ramai selama 44 hari. Harimau itu dibunuh dengan cara ditembak.

Harimau tersebut selama ini meneror warga di distrik Nainital, Uttarakhand, India. Satwa tersebut dibunuh pada hari Kamis pekan lalu, setelah perburuan panjang yang melibatkan ratusan pekerja Departemen Kehutanan. Helikopter dan pesawat dilibatkan dalam perburuan tersebut.

Satwa itu telah disalahkan atas kematian dua warga di Nainital. Ketika bersembunyi di ladang tebu di sebuah desa yang berjarak sekitar 250 km dari Dehradun, harimau tersebut ditembak mati.

Peburuannya telah tercatat sebagai salah satu operasi terbesar di negara bagian India tersebut, di mana pemerintah setempat menghabiskan sekitar 75 Rs lakh (Ruppe India).

Kasus teror harimau telah menjadi isu politik di Uttarakhand. Kubu partai oposisi, BJP, menuduh pemerintah tidak melakukan cukup upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Penduduk desa dan Departemen Kehutanan bersukacita atas terbunuhnya satwa predator itu. ”Orang-orang dari daerah akan merasa aman sekarang," kata Parag Madhukar Dhakate, seorang konservator hutan setempat, seperti dikutip Hindustan Times, kemarin (23/10/2016).

Saat berita kematian harimau menyebar, warga menari dan bergegas untuk berpose dengan bangkai satwa tersebut.

”Kami harus mengembangkan metode yang efektif dari manajemen satwa liar. Masalah seperti ini ada di daerah dengan tingkat kepadatan satwa liar yang tinggi. Saya berpikir bahwa tim penyelamat harus dibentuk di tingkat divisi sehingga konflik tersebut dapat diselesaikan di awal. Koridor harimau dan hewan lainnya berada di bawah ancaman dan kami harus memberikan perhatian yang tepat untuk konservasi mereka,” kata pelestari satwa, AG Ansari.

Qamar Qureshi, ahli harimau senior di Wildlife Institute of India (WII) yang berbasis di Dehradun India (WII) membela pembunuhan harimau betina itu. ”Sangat penting untuk melestarikan spesies daripada penyelamatan individu. Kami tidak bisa mengambil risiko tentang kehidupan masyarakat untuk menjaga satu binatang. Jadi, masalah hewan perlu dihapus,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
7 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
8 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
9 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
10 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
11 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
12 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved