Oklahoma Tolak Permintaan Rusia Pantau Pemilu

Sabtu, 22 Oktober 2016 - 08:41 WIB
Oklahoma Tolak Permintaan...
Oklahoma Tolak Permintaan Rusia Pantau Pemilu
A A A
WASHINGTON - Pejabat pemilu Oklahoma menolak permintaan dari Konsulat Rusia di Houston untuk memantau pemilu pada 8 November mendatang di negara bagian. Seorang pejabat mengatakan delegasi asing tidak diizinkan masuk ke TPS.

Langkah itu diambil pemerintah Amerika Serikat (AS) setelah secara resmi menuduh Rusia berada di balik serangan cyber terhadap Partai Demokrat untuk mengganggu proses pemilu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/10/2016).

Permintaan serupa juga diajukan kepada para pejabat di Texas dan Lousiana dimana permintaan itu juga ditolak. Terkait hal ini, Konsulat Jenderal Federasi Rusia di Houston tidak bersedia berkomentar.

Sementara juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby mengatakan bahwa masing-masing negara bagian mempunyai kewenangan untuk menyetujui atau menolak permintaan dari pihak lain untuk mengamati jalannya pemilu.

Ketika ditanya apakah permintaan Rusia tidak menimbulkan kekhawatiran karena muncul setelah AS menuduh Moskow mencoba untuk ikut campur dalam pemilu, Kirby menjawab: "Kami tidak punya sesuatu untuk disembunyikan dan kami yakin dengan sistem pemilu yang ada."

Para pejabat intelijen AS telah menyimpulkan bahwa pemerintah Rusia sedang melakukan atau mendalangi serangan cyber terhadap Komite Nasional Demokrat dan Komite Kampanye Kongres Demokrat. Serangan ini mungkin untuk mengganggu atau mendeskriditkan pemilu, dimana calon presiden (capres) dari Partai Demokrat Hillary Clinton akan berhadapan dengan capres dari Partai Republik Donald Trump.

Namun tudingan ini dibantah Moskow dan seorang juru bicara Kremlin menyebut tuduhan AS "omong kosong," seperti dilaporkan kantor berita Interfax.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Ini Alasan Rusia Belum...
Ini Alasan Rusia Belum Berkomentar Soal Hasil Pilpres AS
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
1 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
3 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
4 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
5 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
6 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved