Langka, Trump Bela Pemimpin AS dan Kecam Rusia

Rabu, 05 Oktober 2016 - 13:07 WIB
Langka, Trump Bela Pemimpin...
Langka, Trump Bela Pemimpin AS dan Kecam Rusia
A A A
WASHINGTON - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump menunjukkan sikap berbeda dari biasanya saat disinggung mengenai Rusia. Selama ini Trump kerap memuji presiden Rusia Vladimir Putin dan yakin bisa bekerjasama.

Sikap berbeda ditunjukkan Trump saat ditanya mengenai runtuhnya gencatan senjata di Suriah ia justru berbalik mencerca sikap Rusia. Trump mengatakan bahwa Rusia telah menghancurkan kesepakatan gencatan senjata di Suriah dengan AS. Trump menyebut negara Beruang Merah itu tidak menghormati pemimpin AS seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/10/2016).

"Rusia menghancurkan kesepakatan, dan sekarang mereka sedang menembaki, mengebom, sesuatu seperti itu. Ini harus berakhir dan harus cepat diakhiri," katanya saat berkampanye di Prescott Valley, Arizona.

Para kritikus telah mengkritik Trump karena terlalu memuji Rusia selama kampanye untuk pemilu presiden pada 8 November mendatang menghadapi lawannya dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Trump sempat mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin seorang pemimpin kuat lebih dari Presiden AS Barack Obama, dan meminta Rusia untuk menyelidiki email Hillary saat menjabat sebagai Sekretaris Negara yang belum diumumkan ke publik.

Trump telah menepis kritik dengan mengatakan ia tidak pernah bertemu dengan Putin. Ia mengatakan, bagaimanapun, pemimpin Rusia "tidak menghormati" Obama atau pun Clinton.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
2 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
6 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved