Dukung Filipina, Jendral China Sebut Singapura Bermain dengan Api

Minggu, 02 Oktober 2016 - 07:23 WIB
Dukung Filipina, Jendral...
Dukung Filipina, Jendral China Sebut Singapura Bermain dengan Api
A A A
BEIJING - Seorang jendral militer China mengecam Singapura atas dukungannya kepada Filipina terkait sengketa di Laut China Selatan (LCS). Ia pun mengatakan Beijing harus menjatuhkan sanksi kepada Singapura sebagai bentuk ketidakpuasannya.

Mayjen Jin Yinan mengatakan Singapura telah membangun ketegangan di Asia Tenggara yang merusak kepentingan nasional China. Menurut Jin, dengan mengayuh isu sengketa teritorial, Singapura sengaja memicu kebuntuan antara China dan Amerika Serikat di wilayah tersebut.

"Kami memahami [bahwa Singapura] harus bertahan hidup di antara negara-negara besar. Tapi sekarang Singapura tidak mencari keseimbangan antara negara-negara besar itu tetapi bermain untuk membuat negara-negara besar berlawanan satu sama lain. Ini sama saja dengan bermain api," kata Jin seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (2/10/2016).

Jin melanjutkan, Singapura telah mendorong isu Laut Cina Selatan untuk waktu yang cukup lama. Tahun lalu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menghabiskan satu jam di KTT Keamanan Asia untuk menyampaikan pidato menekankan masalah. "Ada begitu banyak topik tentang keamanan Asia, termasuk pengembangan yang tidak seimbang, polusi, lingkungan, iklim, terorisme, masalah ras. Tapi semua masalah itu diabaikan dan fokus hanya pada sengketa Laut Cina Selatan China," kata Jin.

Jin lantas menekankan bahwa langkah terbaru Singapura mengenai isu-isu sengketa harus disikapi serius oleh Beijing dan Singapura harus "membayar harga" yang serius karena merusak kepentingan China.

"Sejak Singapura pergi sejauh ini, kita harus melakukan sesuatu, baik itu pembalasan atau sanksi. Kita harus mengungkapkan ketidakpuasan kami. Itu tak terelakkan bagi China untuk menyerang kembali di Singapura, dan bukan hanya di depan opini publik," tukasnya.

Pernyataan ini datang setelah utusan Singapura murka karena Venezuela, tuan rumah Gerakan Non Blok (GNB), menolak memasukkan isu Laut China Selatan seperti dilaporan media China Global Times. Namun, laporan itu dibantah Duta Besar Singapura Stanley Loh.
(ian)
Berita Terkait
Jerman akan Kerahkan...
Jerman akan Kerahkan 2 Kapal Perang ke Indo-Pasifik
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
1 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
2 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
3 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
4 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
5 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
6 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved