Thailand Umumkan Kasus Microcephaly Pertama Akibat Zika
Sabtu, 01 Oktober 2016 - 03:02 WIB
Thailand Umumkan Kasus Microcephaly Pertama Akibat Zika
A
A
A
BANGKOK - Thailand menyatakan dua bayi di negara itu menderita microcephaly atau kondisi dimana kepala bayi mengecil akibat terinveksi viru Zika. Ini merupakan kasus pertama yang ditemukan di Asia Tenggara.
Dalam sebuah pernyataan, pejabat senior Kementerian Kesehatan Thailand Prasert Thongcharoen mengatakan bahwa kepastian itu didapatkan setelah melakukan tes laboratorium terhadap dua dari tiga kasus bayi yang menderita microcephaly. Hasilnya, hanya satu bayi penderita microcephaly yang tidak terkait dengan virus Zika.
"Kami telah menemukan dua kasus mengecilnya kepala terkait dengan Zika, ini kasus pertama di Thailand," kata Thongcharoen dalam pernyataan tersebut seperti dikutip dari laman BBC, Sabtu (1/10/2016).
Menanggapi hal tersebut, badan kesehatan dunia WHO mendesak negara-negara di Asia Tenggara mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membendung penyebaran virus Zika.
"Infeksi virus Zika adalah ancaman serius bagi kesehatan wanita hamil dan anaknya yang belum lahir. Negara di wilayah ini harus terus memperkuat langkah-langkah yang bertujuan untuk mencegah, mendeteksi dan merespon penularan virus Zika," kata Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara Dr. Poonam Khetrapal Singh dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CBS News.
Sebelumnya, Thailand telah mengkonfirmasi sekitar 350 kasus Zika sejak Januari lalu termasuk 25 wanita hamil dan menjadi salah satu tertinggi di Asia Tenggara.
Dalam sebuah pernyataan, pejabat senior Kementerian Kesehatan Thailand Prasert Thongcharoen mengatakan bahwa kepastian itu didapatkan setelah melakukan tes laboratorium terhadap dua dari tiga kasus bayi yang menderita microcephaly. Hasilnya, hanya satu bayi penderita microcephaly yang tidak terkait dengan virus Zika.
"Kami telah menemukan dua kasus mengecilnya kepala terkait dengan Zika, ini kasus pertama di Thailand," kata Thongcharoen dalam pernyataan tersebut seperti dikutip dari laman BBC, Sabtu (1/10/2016).
Menanggapi hal tersebut, badan kesehatan dunia WHO mendesak negara-negara di Asia Tenggara mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membendung penyebaran virus Zika.
"Infeksi virus Zika adalah ancaman serius bagi kesehatan wanita hamil dan anaknya yang belum lahir. Negara di wilayah ini harus terus memperkuat langkah-langkah yang bertujuan untuk mencegah, mendeteksi dan merespon penularan virus Zika," kata Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara Dr. Poonam Khetrapal Singh dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CBS News.
Sebelumnya, Thailand telah mengkonfirmasi sekitar 350 kasus Zika sejak Januari lalu termasuk 25 wanita hamil dan menjadi salah satu tertinggi di Asia Tenggara.
(ian)