Menlu Filipina Minta Dunia Tidak Intevensi Perang Anti Narkoba

Minggu, 25 September 2016 - 13:35 WIB
Menlu Filipina Minta...
Menlu Filipina Minta Dunia Tidak Intevensi Perang Anti Narkoba
A A A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Filipina menyinggung kritikan terhadap perang anti narkoba yang dilakukan oleh Presiden Rodrigo Duterte. Ia menyatakan PBB dan dunia untuk tidak mengganggu perang anti narkoba yang dilakukan pemerintah Filipina.

"Kami mendesak semua orang untuk membiarkan kami menghadapi masalah internal kami untuk mencapai tujuan nasional kami tanpa campur tangan yang tidak semestinya," kata Perfecto Yasay dalam sidang Majelis Umum PBB seperti dikutip dari Inquirer, Minggu (25/9/2016).

Seperti diketahui, Duterte terpilih menjadi Presiden setelah bersumpah akan memberantas perdagangan narkoba ilegal selama enam bulan, dan menjanjikan bahwa 100 ribu penjahat akan dibunuh. Sejak ia menjabat pada 20 Juni lalu, sekitar 3.000 orang telah tewas dimana sepertiga dari mereka adalah tersangka pengedar yang ditembak mati oleh polisi dan sisanya dibunuh oleh penyerang tidak dikenal.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran di dunia internasional dimana kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa pasukan keamanan terlibat dalam pembunuhan di luar hukum.

"Kami belum dan tidak akan pernah memberdayakan penegak hukum untuk menembak atau membunuh orang uang diduga terlibat kejahatan narkoba. Pembunuhan ekstra yudisial (di luar hukum) tidak memiliki tempat dalam masyarakat kami, dan dalam sistem peradilan pidana kami,"kata Yasay.

Yasay mengatakan dengan sikapnya itu Duterte mendapatkan restu 92 persen rakyat Filipina dan menyatakan bahwa kampanye perang anti narkoba sang presiden telah disalahpahami.

"Tindakan kami, bagaimanapun, telah menjadi perhatian nasional dan internasional untuk semua alasan yang salah. Korupsi dan obat-obatan telah banyak mengoyak masyarakat kami, menghancurkan keluarga kami dan memadamkan harapan serta impian rakyat kami baik muda maupun tua untuk masa depan yang cerah," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
1 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
2 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
3 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
3 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved