Dibantu Rusia dan Iran, Rezim Assad Yakin Menangkan Perang Suriah

Minggu, 25 September 2016 - 08:46 WIB
Dibantu Rusia dan Iran,...
Dibantu Rusia dan Iran, Rezim Assad Yakin Menangkan Perang Suriah
A A A
NEW YORK - Pemerintah Suriah mengungkapkan keyakinannya akan mendapatkan kemenangan yang besar karena tentara Suriah telah mengalami kemajuan dalam perang melawan terorisme. Rezim Damaskus selama ini kerap menggunakan kata teroris untuk menyebut kelompok pemberontak atau oposisi.

Dalam pertemuan tahunan pemimpin dunia di PBB, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualem mengatakan, tentara Suriah dan sekutunya telah menguasai wilayah utara Aleppo pada Sabtu kemarin. Tentara pemerintah pun telah memperketat pengepungan bagian timur Aleppo yang dikuasai pemberontak.

Baca juga:
Pasukan Pemerintah Suriah Rebut Kamp Aleppo dari Pemberontak


"Kami yakin akan mendapatkan kemenangan besar karena pasukan Suriah telah membuat langkah yang besar dalam perang melawan terorisme dengan dukungan dari teman-teman sejati rakyat Suriah, khususnya Federasi Suriah, Iran, dan ketahanan nasional Lebanon," kata Moualem seperti dikutip dari Reuters, Minggu (25/9/2016).

Sementara itu, kelompok oposisi Suriah berencana untuk melakukan pertemuan guna memutuskan apakah akan melanjutkan perundingan perdamaian yang dipimpin oleh PBB yang sempat terhenti. "Saya menyerukan kepada Amerika Serikat, dari sini di New York, untuk mengambil langkah-langkah mendesak tindakan militer, politik dan diplomatik untuk melindungi rakyat Suriah," kata koordinator oposisi Suriah Riad Hijab.

Hijab mengatakan telah mengadakan pertemudan dengan arus utama oposisi politik Suriah, Komite Negosiasi Tertinggi (HNC) yang berbasis di Riyadh, dalam beberapa hari mendatang. Pertemuan itu dilakukan untuk mempertimbangkan masa depan proses politik, yang jelas digunakan oleh sekutu rezim Assad untuk mendapatkan keuntungan di lapangan.

Jilbab mengatakan hari Sabtu bahwa gencatan senjata parsial tidak akan lagi digunakan. "Saya tahu tidak ada Rencana B dan itulah sebabnya kami menuntut AS untuk melakukan sesuatu dan biarkan ada rencana B," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Akan...
Erdogan: Turki Akan Tetap di Suriah Hingga Rakyat Suriah Bebas
Pertempuran Meluas,...
Pertempuran Meluas, Rusia Anjurkan Warganya Segera Tinggalkan Suriah
Presiden Iran Pergi...
Presiden Iran Pergi ke Suriah untuk Rayakan Kemenangan
Singkirkan Presiden...
Singkirkan Presiden Assad, Rusia-Turki-Iran akan Bentuk Pemerintahan Transisi
Perkuat Pengaruh, Iran...
Perkuat Pengaruh, Iran Siap Bantu Rekonstruksi Suriah
Tamat Sudah Rezim Assad,...
Tamat Sudah Rezim Assad, Rusia dan Iran Gagal Sokong Suriah
Berita Terkini
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
24 menit yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
1 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
2 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
3 jam yang lalu
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
4 jam yang lalu
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved