Serangan Bom Kembali Terjadi di Thailand, 3 Polisi Tewas
Sabtu, 24 September 2016 - 11:20 WIB
Serangan Bom Kembali Terjadi di Thailand, 3 Polisi Tewas
A
A
A
BANGKOK - Tiga anggota polisi tewas pada Jumat (23/9/2016) ketika sebuah bom rakitan yang ditempatkan di pinggir jalan meledak di wilayah pemberontakan, Thailand selatan. Serangan bom ini terjadi tepat sebulan serangan bom pada akhir Agustus lalu yang menewaskan 1 orang dan melukai 30 orang lainnya.
Laporan setempat mengatakan serangan itu terjadi di distrik Krong Pinang Yala. Kepolisian di Provinsi Yala mengatakan bom tersebut meledak saat mobil polisi melewati lokasi ledakan, merusak kendaraan dan 3 petugas langsung tewas ditempat. Sedangkan dua petugas polisi lainnya di bawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.
Polisi meyakini jika pelaku adalah gerilyawan separatis Muslim. Menurut media The Nation, polisi menduga sekelompok pemberontak yang dipimpin oleh Hubaideela Rommeulee berada di balik serangan itu. Pihak berwenang mengidentifikasi lokasi ledakan itu terjadi sebagai basis kelompok itu.
Kepala polisi Yala Mayor Jenderal Itthipol Atchariyapradit meminta penyidik dan petugas untuk menyisir daerah ledakan. Ia juga memerintahkan pengejaran terhadap para pelaku seperti dikutip dari Asian Correspondent, Sabtu (24/9/2016).
Labih dari 6.000 orang telah tewas sejak pemberontakan berkobar pada tahun 2004 di tiga provinsi paling selatan Thailand, satu-satunya wilayah mayoritas Muslim di negara yang mayoritas Budha.
Akhir bulan lalu, serangan bom mematikan mengguncang provinsi Pattani, menewaskan seorang warga sipil dan melukai 30 lainnya. Serangan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah serangkaian ledakan di kota resor Thailand Hua Hin dan Phuket yang menewaskan 4 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk warga asing.
Laporan setempat mengatakan serangan itu terjadi di distrik Krong Pinang Yala. Kepolisian di Provinsi Yala mengatakan bom tersebut meledak saat mobil polisi melewati lokasi ledakan, merusak kendaraan dan 3 petugas langsung tewas ditempat. Sedangkan dua petugas polisi lainnya di bawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.
Polisi meyakini jika pelaku adalah gerilyawan separatis Muslim. Menurut media The Nation, polisi menduga sekelompok pemberontak yang dipimpin oleh Hubaideela Rommeulee berada di balik serangan itu. Pihak berwenang mengidentifikasi lokasi ledakan itu terjadi sebagai basis kelompok itu.
Kepala polisi Yala Mayor Jenderal Itthipol Atchariyapradit meminta penyidik dan petugas untuk menyisir daerah ledakan. Ia juga memerintahkan pengejaran terhadap para pelaku seperti dikutip dari Asian Correspondent, Sabtu (24/9/2016).
Labih dari 6.000 orang telah tewas sejak pemberontakan berkobar pada tahun 2004 di tiga provinsi paling selatan Thailand, satu-satunya wilayah mayoritas Muslim di negara yang mayoritas Budha.
Akhir bulan lalu, serangan bom mematikan mengguncang provinsi Pattani, menewaskan seorang warga sipil dan melukai 30 lainnya. Serangan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah serangkaian ledakan di kota resor Thailand Hua Hin dan Phuket yang menewaskan 4 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk warga asing.
(ian)