Bos Pentagon: Pasukan AS Siap Melawan Korut
Rabu, 21 September 2016 - 11:52 WIB
Bos Pentagon: Pasukan AS Siap Melawan Korut
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ashton Carter menyatakan, pasukan AS di Korea Selatan (Korsel) harus mengambil sikap seolah-olah mereka akan berperang pada malam ini. Hal ini guna menyikapi uji coba nuklir yang dilakukan oleh Pyongyang baru-baru ini.
"Slogan pasukan AS di Korea, mungkin kebanyakan dari Anda sudah tahu, adalah 'berperang malam ini.' Bukan karena itu yang ingin kita lakukan, tetapi karena itulah apa yang harus dilakukan dan kami siap untuk melakukan. Ini bukan permainan," katanya seperti dikutip dari laman Sputniknews, Rabu (21/9/2016).
Saat ini, sebanyak 28.500 tentara AS di tempatkan di Korsel untuk membantu menangkis potensial serangan dari Pyongyang. Carter mencatat dan menekankan pentingnya sekutu internasional mendukung satu sama lain untuk memastikan perdamaian regional dan internasional.
"Kehadiran kami sangat kuat di sana. Sekutu kami, Korsel, menjadi lebih kuat setiap harinya," kata Carter sembari menyebut persekutuan AS dengan Jepang. "Kami memiliki sekutu yang kuat di Jepang. Tapi sayangnya, gambaran diplomatiknya sangat suram. Kami terus terbuka untuk memperbaiki hal itu," jelasnya.
"Kami juga mencoba untuk mendapatkan dukungan dari Rusia dan China serta pihak lain yang tertarik dengan jalan itu tapi sulit untuk memproyeksikan bahwa disitulah itu akan. Bagi saya, sejauh ke masa depan yang saya lihat, kita perlu berdiri kuat dalam pencegahan," imbuhnya.
Carter menggambarkan sulitnya berurusan dengan masalah Korut, bersama dengan kampanye tentang ISIS, Iran dan Rusia. Ia pun menyarankan bahwa investasi di pertahanan rudal adalah cara terdepan dari ancaman nuklir.
"Pertahanan rudal adalah hal yang sulit. Ketika datang ke ancaman nuklir yang besar seperti yang ditimbulkan oleh Rusia, kita tahu dan kita telah lama dikenal tidak memiliki cara untuk melindungi diri kita sendiri kecuali pencegahan, tetapi kami tidak dapa menerima apa yang dilakukan Korut dan kami tidak akan mungkin bisa menghindarinya.Jadi, kita bercita-cita untuk perlindungan diri dan kami berinvestasi banyak dalam mencoba untuk tetap di depan atas apa yang mereka lakukan."
"Slogan pasukan AS di Korea, mungkin kebanyakan dari Anda sudah tahu, adalah 'berperang malam ini.' Bukan karena itu yang ingin kita lakukan, tetapi karena itulah apa yang harus dilakukan dan kami siap untuk melakukan. Ini bukan permainan," katanya seperti dikutip dari laman Sputniknews, Rabu (21/9/2016).
Saat ini, sebanyak 28.500 tentara AS di tempatkan di Korsel untuk membantu menangkis potensial serangan dari Pyongyang. Carter mencatat dan menekankan pentingnya sekutu internasional mendukung satu sama lain untuk memastikan perdamaian regional dan internasional.
"Kehadiran kami sangat kuat di sana. Sekutu kami, Korsel, menjadi lebih kuat setiap harinya," kata Carter sembari menyebut persekutuan AS dengan Jepang. "Kami memiliki sekutu yang kuat di Jepang. Tapi sayangnya, gambaran diplomatiknya sangat suram. Kami terus terbuka untuk memperbaiki hal itu," jelasnya.
"Kami juga mencoba untuk mendapatkan dukungan dari Rusia dan China serta pihak lain yang tertarik dengan jalan itu tapi sulit untuk memproyeksikan bahwa disitulah itu akan. Bagi saya, sejauh ke masa depan yang saya lihat, kita perlu berdiri kuat dalam pencegahan," imbuhnya.
Carter menggambarkan sulitnya berurusan dengan masalah Korut, bersama dengan kampanye tentang ISIS, Iran dan Rusia. Ia pun menyarankan bahwa investasi di pertahanan rudal adalah cara terdepan dari ancaman nuklir.
"Pertahanan rudal adalah hal yang sulit. Ketika datang ke ancaman nuklir yang besar seperti yang ditimbulkan oleh Rusia, kita tahu dan kita telah lama dikenal tidak memiliki cara untuk melindungi diri kita sendiri kecuali pencegahan, tetapi kami tidak dapa menerima apa yang dilakukan Korut dan kami tidak akan mungkin bisa menghindarinya.Jadi, kita bercita-cita untuk perlindungan diri dan kami berinvestasi banyak dalam mencoba untuk tetap di depan atas apa yang mereka lakukan."
(ian)