FBI Bantah Lakukan Penangkapan Terkait Serangan New York
Senin, 19 September 2016 - 13:02 WIB
FBI Bantah Lakukan Penangkapan Terkait Serangan New York
A
A
A
NEW YORK - Biro investigasi Amerika Serikat (AS), FBI angkat bicara mengenai kabar penangkapan sejumlah pria yang diduga terkait dengan aksi teror New York. FBI mengatakan, berita tersebut tidak benar.
Sebelumnya FBI dikabarkan telah melakukan penangkapan terkait aksi teror yang melanda New York, kemarin. Penangkapan itu dilaporkan terjadi di tengah jalanan kota New York. FBI menghentikan sebuah mobil yang ditumpangi sejumlah pria, yang diduga memiliki hubungan dengan aksi teror itu.
Dalam sebuah pernyataan juru bicara FBI, Kelly Langmesser mengatakan, bahwa memang benar pihaknya menghentikan sebuah mobil di jalanan New York. Tapi, tidak ada satu orangpun yang ditangkap dalam insiden itu.
"Kami melakukan penghentian kendaraan yang mencurigakan di New York, namun tidak ada penangkapan yang dilakukan dan tidak ada seorang pun yang dituntut melakukan kejahatan apa pun," kata Kelly.
"Penyelidikan mengenai aksi teror itu masih terus berlanjut sampai saat ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (19/9).
Setidaknya 29 orang terluka saat sebuah bom meledak di wilayah Chelse Manhattan di New York pada Sabtu malam, atau Minggu pagi waktu Indonesia barat. Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan, serangan bom di New York adalah tindakan terorisme. Namun, ia juga menyatakan, jika serangan itu tidak ada hubungan dengan kelompok internasional.
Sebelumnya FBI dikabarkan telah melakukan penangkapan terkait aksi teror yang melanda New York, kemarin. Penangkapan itu dilaporkan terjadi di tengah jalanan kota New York. FBI menghentikan sebuah mobil yang ditumpangi sejumlah pria, yang diduga memiliki hubungan dengan aksi teror itu.
Dalam sebuah pernyataan juru bicara FBI, Kelly Langmesser mengatakan, bahwa memang benar pihaknya menghentikan sebuah mobil di jalanan New York. Tapi, tidak ada satu orangpun yang ditangkap dalam insiden itu.
"Kami melakukan penghentian kendaraan yang mencurigakan di New York, namun tidak ada penangkapan yang dilakukan dan tidak ada seorang pun yang dituntut melakukan kejahatan apa pun," kata Kelly.
"Penyelidikan mengenai aksi teror itu masih terus berlanjut sampai saat ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (19/9).
Setidaknya 29 orang terluka saat sebuah bom meledak di wilayah Chelse Manhattan di New York pada Sabtu malam, atau Minggu pagi waktu Indonesia barat. Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan, serangan bom di New York adalah tindakan terorisme. Namun, ia juga menyatakan, jika serangan itu tidak ada hubungan dengan kelompok internasional.
(esn)