Israel Tembak Mati Tiga Penyerang di Yerusalem dan Tepi Barat
Sabtu, 17 September 2016 - 02:45 WIB
Israel Tembak Mati Tiga Penyerang di Yerusalem dan Tepi Barat
A
A
A
YERUSALEM - Militer Israel telah menembak mati tiga penyerang Arab dalam insiden terpisah di Yerusalem Timur dan Tepi Barat pada Jumat. Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh polisi dan militer Israel.
Insiden pertama terjadi di pintu gerbang Damaskus, pintu masuk utama ke dindin Kota Tua Yerusalem. "Seorang pria yang membawa pisau berusaha untuk menusuk petugas polisi dan ditembak mati oleh pasukan Israel," kata seorang juru bicara polisi. Pelaku diidentifikasi sebagai warga Yordania. Namun tidak jelas apakah ia adalah warga nasional Yordania atau keturunan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (17/9/2016).
Sedangkan militer Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan sebuah mobil yang membawa dua warga Palestina menabrak halte bus sipil di persimpangan dekat pemukiman KIryat Arba, di luar kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki.
"Dalam serangan itu, tiga warga sipil terluka. Menanggapi ancaman langsung, pasukan di tempat kejadian menembaki kendaraan, yang mengakibatkan kematian salah satu penyerang sementara yang lain terluka," kata pernyataan itu.
Beberapa jam kemudian, kata militer, seorang warga Palestina menikam seorang tentara Israel di persimpangan dekat Hebron, dan pasukan di tempat kejadian menembak penyerang hingga tewas.
Setidaknya 214 warga Palestina telah tewas dalam insiden kekerasan sejak Oktober di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza. Dari mereka, 143 diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai penyerang sementara yang lain tewas dalam bentrokan dan aksi protes. Sedangkan 33 warga Israel dan dua warga Amerika tewas dalam serangan yang telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir.
Insiden pertama terjadi di pintu gerbang Damaskus, pintu masuk utama ke dindin Kota Tua Yerusalem. "Seorang pria yang membawa pisau berusaha untuk menusuk petugas polisi dan ditembak mati oleh pasukan Israel," kata seorang juru bicara polisi. Pelaku diidentifikasi sebagai warga Yordania. Namun tidak jelas apakah ia adalah warga nasional Yordania atau keturunan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (17/9/2016).
Sedangkan militer Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan sebuah mobil yang membawa dua warga Palestina menabrak halte bus sipil di persimpangan dekat pemukiman KIryat Arba, di luar kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki.
"Dalam serangan itu, tiga warga sipil terluka. Menanggapi ancaman langsung, pasukan di tempat kejadian menembaki kendaraan, yang mengakibatkan kematian salah satu penyerang sementara yang lain terluka," kata pernyataan itu.
Beberapa jam kemudian, kata militer, seorang warga Palestina menikam seorang tentara Israel di persimpangan dekat Hebron, dan pasukan di tempat kejadian menembak penyerang hingga tewas.
Setidaknya 214 warga Palestina telah tewas dalam insiden kekerasan sejak Oktober di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza. Dari mereka, 143 diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai penyerang sementara yang lain tewas dalam bentrokan dan aksi protes. Sedangkan 33 warga Israel dan dua warga Amerika tewas dalam serangan yang telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir.
()