Sniper SAS Tembak Mati Algojo ISIS dari Jarak 1.500 Meter

Senin, 12 September 2016 - 14:38 WIB
Sniper SAS Tembak Mati...
Sniper SAS Tembak Mati Algojo ISIS dari Jarak 1.500 Meter
A A A
LONDON - Seorang penembak jitu (sniper) pasukan SAS Inggris berhasil menembak mati algojo kelompok Islamic State atau ISIS dari jarak 1.500 meter di sebuah desa kecil di Raqqa, Suriah. Algojo itu hendak mengeksekusi 12 sandera dengan cara membakar.

Senapan yang digunakan sniper SAS itu adalah Barertt berkaliber 50. Sniper itu menembak tangki bahan bakar tangan yang dibawa algojo ISIS di punggungnya.

Saat tangki itu ditembak, algojo ISIS tewas terbakar. Tembakan itu juga menyebabkan ledakan besar yang menewaskan tiga anggota ISIS lain yang sedianya akan merekam eksekusi ke-12 sandera.

Seorang sumber militer Inggris mengatakan kepada Daily Star Sunday tentang operasi penyelamatan 12 sandera tersebut. Operasi itu berlangsung di sebuah desa kecil di dekat Raqqa, Suriah, awal bulan ini.

Tak lama setelah ledakan besar, para sandera—yang diduga warga sipil—dibebaskan oleh pasukan khusus Inggris dan pasukan khusus Amerika Serikat.

“Tim SAS pindah ke posisi overwatch di sebuah desa di mana mereka diberitahu bahwa eksekusi akan berlangsung,” kata sumber itu, yang juga dilansir Daily Mail, Senin (12/9/2016).

”Hingga 12 warga sipil akan dibunuh, delapan laki-laki dan empat perempuan. Mereka dicurigai sebagai mata-mata,” lanjut sumber itu. ”Algojo memberi semacam pidato bertele-tele, kemudian ketika selesai sniper SAS melepaskan tembakan.”

Laporan penyelamatan sandera secara dramatis itu muncul beberapa bulan setelah sniper SAS lainnya menembak dua calon pengebom bunuh diri ISIS yang mengemudikan mobil yang sarat bahan peledak saat mobil itu bergerak menuju target di sebuah kota di Libya.

Penembak jitu itu berhasil menyelamatkan ratusan nyawa dengan menembak pengemudi mobil di bagian kepala dengan tembakan mematikan dari jarak 1.000 meter.

Pihak intelijen Inggris mengungkap bahwa para “jihadis” ISIS saat itu mengangkut bom besar-besaran ke Tripoli di mana mereka berencana untuk meledakkan di pasar penuh sesak.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Profil Shamima Begum,...
Profil Shamima Begum, Wanita Inggris yang Gabung ISIS di Suriah
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Pemberontak Gelar Serangan...
Pemberontak Gelar Serangan Kejutan Skala Besar di Suriah
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Typhoon Inggris Tembak Jatuh Drone di Langit Suriah
Berita Terkini
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
59 menit yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
1 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
3 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
4 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved