Berbalas Pantun, Giliran Obama Serang Trump

Jum'at, 09 September 2016 - 08:56 WIB
Berbalas Pantun, Giliran...
Berbalas Pantun, Giliran Obama Serang Trump
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan keyakinannya jika calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, setiap kali ia berbicara semakin menunjukan jika ia tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden. Obama juga yakin jika AS akan menolak sang miliarder tersebut saat hari pemilihan.

Pernyataan Obama ini datang sehari setelah Donald Trump memuji Presiden Rusia Vladimir Putin yang dinilainya lebih baik dari Obama. "Jika dia mengatakan hal-hal besar tentang saya, saya akan mengatakan hal-hal besar tentang dia. Tentu saja dalam hal ini, dia (Putin) menjadi pemimpin yang jauh lebih baik dari pemimpin yang kita miliki," kata pengusaha nyentrik itu merujuk pada Obama.

Obama menyatakan bahwa pemerintahan adalah "bisnis serius" yang membutuhkan pengetahuan, persiapan, dan kebijakan pemikiran yang dapat benar-benar dilaksanakan. Ia mendesak agar warga AS untuk tidak mengizinkan "perilaku keterlaluan yang terlihat di tengah kampanye menjadi kembali normal.

"Yang paling penting bagi masyarakat dan pers adalah hanya dengan mendengarkan apa yang ia katakan dan menindaklanjutinya serta mengajukan pertanyaan untuk apa ide yang tampaknya baik, yang kontradiktif, atau kurang informasi, atau yang aneh," kata Obama seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (9/9/2016).

Sepanjang kampanye, Obama telah berulang kali mengecam Trump dan menganggapnya "tidak layak" untuk menjadi panglima tertinggi dengan alasan sikap dan komentarnya yang kontroversial. Menurut Obama, dalam diri Trump tidak ada nilai-nilai Partai Republik seperti yang ditunjukkan oleh calon presiden partai itu di masa lalu. Obama juga menegaskan akan turun dengan kekuatan penuh dalam kampanye Partai Demokrat sebelum pemilihan pada 8 November mendatang.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
52 menit yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
1 jam yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
2 jam yang lalu
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
5 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved