Duterte: Beri Cuka dan Garam, Saya Makan Abu Sayyaf Hidup-hidup

Selasa, 06 September 2016 - 22:25 WIB
Duterte: Beri Cuka dan...
Duterte: Beri Cuka dan Garam, Saya Makan Abu Sayyaf Hidup-hidup
A A A
VIENTIANE - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan ancaman terbaru untuk kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Dia akan memakan militan Abu Sayaf hidup-hidup.

”Saya benar-benar akan membedah tubuh Anda terbuka. Beri saya cuka dan garam, dan saya akan makan Anda,” ancam Duterte dalam sebuah video dari pidato resminya yang dipublikasikan Selasa (6/9/2016).

”Saya tidak bercanda,” katanya lagi. ”Orang-orang ini berada di luar pengampunan.”

Duterte marah setelah 15 tentara Filipina tewas dalam perang melawan Abu Sayyaf beberapa hari lalu di Patikul. Salah satu tentara Filipina tewas dengan kondisi dipenggal oleh militan Abu Sayyaf.

Presiden berjuluk “the punisher” atau “penghukum” ini bersumpah membalas dendam atas kematian belasan tentara Filipina. ”Mereka akan membayar. Ketika saatnya tiba, saya akan makan Anda di depan orang,” ujar di hadapan warga Filipina yang ada di Vientiane, Laos.

Duterte berada di Laos untuk menghadiri KTT ASEAN. Beberapa pemimpin Asia Tenggara, termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) juga hadir dalam forum tahunan itu.

”Jika Anda membuat saya gila, dalam semua kejujuran, saya akan makan Anda hidup-hidup, mentah-mentah,” lanjut ancaman Abu Sayyaf, seperti dikutip Inquirer.

Presiden Filipina ini telah jadi sorotan dunia karena kerap mengumbar ucapan-ucapan kasar. Sebelum ini, Duterte menghina Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dengan menyebutnya sebagai “anak pelacur” dan bersumpah akan menguliahi pemimpin AS itu soal HAM.

Hinaan Duterte pada Obama itu muncul setelah perang melawan narkoba yang dia kobarkan di Filipina dikritik AS karena telah menelan korban lebih dari 1.400 orang sejak Duterte menjabat sebagai presiden. Akibat hinaan itu, Obama menunda rencananya untuk bertemu Duterte di Laos.

Hari ini, Duterte mengaku menyesal atas hinaan yang dia lontarkan pada Obama. Meski demikian, dia tidak meminta maaf.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
28 menit yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
2 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
3 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
4 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved