Eks Bos Mossad: Perang Saudara Hantui Israel

Rabu, 31 Agustus 2016 - 08:31 WIB
Eks Bos Mossad: Perang...
Eks Bos Mossad: Perang Saudara Hantui Israel
A A A
YERUSALEM - Mantan Kepala Badan Intelijen Israel atau Mossad, Tamir Pardo menuturkan, perang saudara saat ini sedang menghantui Israel. Ini disebabkan oleh terus meningkatnya ketegangan antara warga Yahudi dan Arab di Israel.
"Tidak ada ancaman dari luar yang eksistensial ke Israel, satu-satunya ancaman eksistensial yang nyata adalah perpecahan internal. Perpecahan ini dapat menggiring kita pada perang saudara," kata Pardo, seperti dilansir Russia Today pada Rabu (31/8).
Selain adanya ketegangan antara Yahudi dan Arab, Pardo menuturkan, bahwa di dalam tubuh masyarakat Yahudi juga mulai terjadi perpecahan. Menurutnya, ada beberapa kelompok masyarakat Yahudi yang mencari eksistensi, dan mencoba memisahkan diri dari masyarkat lainnya.
Pernyataan Pardo ini diperkuat oleh penelitian Pew Research Center, dimana disebutkan kelompok Yahudi di Israel secara garis besar terbagi menjadi dua. Kelompok pertama ada penganut Yahudi ortodox, sedangkan kedua adalah kelompok pengikut Yudaisme kontemporer. Selain itu ada pula kelompok kecil kelompok ekstrimis Yahudi.
"Perbedaan ini tercermin dalam posisi kontras starkly pada banyak pertanyaan kebijakan publik, termasuk pernikahan, perceraian, konversi agama, wajib militer, pemisahan gender dan angkutan umum," bunyi laporan Pew.
"Haredi dan Dati Yahudi (yang dianggap Ortodoks) mengungkapkan pandangan bahwa pemerintah Israel harus mempromosikan keyakinan dan nilai-nilai agama, sementara orang-orang Yahudi sekuler sangat mendukung pemisahan agama dari kebijakan pemerintah," sambungnya.
Pardo dalam pernyataannya menambahkan, pemerintah Israel harus secepatnya menyelesaikan masalah dengan Palestina. Tanpa adanya perdamaian dengan Palestina, maka Israel akan sulit untuk membina hubungan dengan negara-negara Arab.
"Perdana menteri telah mengatakan, akan ada dua negara antara Laut Mediterania dan sungai Jordan dan dia benar. Menurut saya, kita tidak akan dapat mencapai kesepakatan dengan negara manapun di luar apa yang kita miliki sekarang jika kita tidak memecahkan masalah Palestina," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved