Polling: Hillary Unggul Tipis Atas Trump

Sabtu, 27 Agustus 2016 - 17:06 WIB
Polling: Hillary Unggul...
Polling: Hillary Unggul Tipis Atas Trump
A A A
WASHINGTON - Jarak keunggulan calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, atas lawannya dari Partai Republik, Donald Trump, semakin tipis. Hasil survei terbaru menunjukkan mantan First Lady AS itu hanya unggul 5 poin dari Trump setelah sempat unggul 12 poin.

Baca juga
Polling: Hillary Unggul 12 Poin Atas Trump


Dalam survei yang digelar pada 22-25 Agustus oleh Reuters/Ipsos, 41 persen pemilih cenderung memberikan suaranya kepada Hillary pada pemilu presiden AS yang akan digelar pada 8 November. Sementara 36 persen menyatakan akan memilih Trump, dan 23 persen memilih tidak akan mendukung keduanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (27/8/2016).

Sementara dalam survei yang melibatkan calon alternatif, Hillary memimpin dengan margin yang lebih kecil. Sebanyak 39 persen pemilih cenderung mendukung Hillary, 36 persen mendukung Trump, 7 persen untuk tokoh partai Liberty Gary Johnson, dan 3 persen untuk Jill Stein dari Partai Hijau.

Hillary selama ini kerap unggul atas Trump dalam sejumlah jajak pendapat/survei sejak Partai Demokrat dan Partai Republik mengumumkan keduanya sebagai calon yang akan diusung pada pemilu presiden mendatang. Tingkat dukungannya bervariasi antara 41 dan 45 persen. Puncak keunggulan Hillary pada bulan ini terjadi pada hari Selasa lalu yang mencapai 12 poin.

Seminggu terakhir, Trump terus menyerang Hillary dengan sejumlah tuduhan. Trump menyerang Hillary dengan sumbangan untuk yayasan amal keluarganya yang mempengaruhi tindakan Hillary saat menjabat sebagai sekretaris negara dari tahun 2009 sampai 2013. Taipan itu real estate itu juga menyerang Hillary dengan skandal email yang kesemuanya dibantah oleh Hillary.

Keduanya juga terlibat perdebatan tentang siapa yang akan menjadi sosok pembela untuk kelompok Afrika Amerika dan minoritas lainnya. Trump mengisyaratkan siap bersikap lunak terhadap sikap kerasnya terkait kebijakan imigrasi.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
3 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
4 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
5 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
6 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
7 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
8 jam yang lalu
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved