Maria, Pembunuh Bayaran Filipina yang Habisi Gembong Narkoba

Sabtu, 27 Agustus 2016 - 02:46 WIB
Maria, Pembunuh Bayaran...
Maria, Pembunuh Bayaran Filipina yang Habisi Gembong Narkoba
A A A
MANILA - Wanita ini dikenal dengan nama Maria. Dia disewa Pemerintah Filipina untuk menghabisi setiap gembong narkoba dengan upah 330 poundsterling atau sekitar Rp5,7 juta untuk setiap pembunuhan.

Meski kisah hidupnya seperti film-film Hollywood, namun Maria mengaku takut tidak akan bisa melarikan diri dari siklus kekerasan.

Maria—nama samaran—bergerak dari “rumah aman” satu ke “rumah aman” lainnya selama menjalankan misi sebagai pembunuh bayaran. Dia khawatir tidak akan diizinkan untuk berhenti oleh otoritas Filipina yang menyewa tenaganya.

Wanita ini hanya salah satu dari mereka yang “terjebak” dalam perang narkoba brutal di Filipina yang dikobarkan Presiden Rodrigo Duterte yang terkenal dengan ancamannya yang berbunyi; ”Jangan hancurkan negara saya, karena saya akan membunuh Anda!”

Maria pertama kali terdaftar sebagai pembunuh bayaran melalui suami yang seorang polisi. Hingga kini, Maria sudah membunuh lima orang yang diduga gembong narkoba.

“Suatu kali, mereka membutuhkan seorang wanita. Suami saya ‘membajak’ saya untuk melakukan pekerjaan itu. Ketika saya melihat orang yang saya harus bunuh, saya dekati dia dan saya menembaknya,” kata Maria kepada BBC, yang dikutip semalam (26/8/2016).

Maria mengaku berasal dari lingkungan miskin di Manila. Dia disewa karena dipercaya mampu mendekati target tanpa menimbulkan kecurigaan.

Dia sekarang ingin melakukan satu pekerjaan terakhir, tapi takut tidak memiliki jalan keluar untuk berhenti dari pekerjaannya itu. Yang membuatnya lebih khawatir lagi adalah keluarganya bisa ditargetkan oleh mereka yang dendam karena rekan-rekannya telah ditembak mati.

Selama perang melawan narkoba, Presiden Duterte telah memberikan kekebalan pada polisi dari penuntutan. Keputusan Duterte itu telah dikritik banyak pihak, terutama dari kelompok HAM yang menganggap langkah Duterte sebagai upaya melegitimasi pembunuhan massal.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
40 menit yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
1 jam yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
6 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
7 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
8 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved