Trump Sebut Rusia Sebagai Sekutu
Senin, 22 Agustus 2016 - 05:22 WIB
Trump Sebut Rusia Sebagai Sekutu
A
A
A
WASHINGTON - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, tidak terpengaruh dengan serangan media yang mencapnya sebagai agen rahasia Kremlin. Sebaliknya, Trump kembali menyatakan akan berkerjasama dengan Rusia dalam memerangi ISIS untuk menyelesaikan konflik diantara kedua negara.
"Putin bukanlah bayi dan Anda melihat apa yang terjadi di Rusia. Mereka menghabiskan banyak uang untuk militernya, termasuk nuklir dan rudal yang mencapai seluruh tempat dan kita tidak. Ini adalah saat yang berbahaya dan kita akan membangun militer kita," kata Trump dalam acara Savage Nation seperti dikutip dari Sputniknews, Senin (22/8/2016).
Trump berpendapat, Putin tidak ingin ISIS melakukan lebih daripada apa yang dilakukan dunia internasional. Ia pun menyebut Moskow sebagai sekutu alami terhadap bencana terorisme Islam radikal yang mengancam keselamatan dan keamanan di Barat.
Trump pun menyerang lawannya, Hillary Clinton, yang dinilainya memiliki sikap yang salah terhadap Moskow. Ia menyatakan bahwa Hillary dan Obama telah mendorong sesuatu yang lebih buruk dari Perang Dingin dengan terus mengayunkan pedang daripada mencari peluang untuk kompromi dan kolaborasi.
"Rusia bisa menjadi bantuan yang luar biasa bagi kita dalam merobohkan ISIS dan menyelamatkan kita. Dan itu bisa terjadi dengan kepemimpinan yang tepat," tukas Trump.
"Putin bukanlah bayi dan Anda melihat apa yang terjadi di Rusia. Mereka menghabiskan banyak uang untuk militernya, termasuk nuklir dan rudal yang mencapai seluruh tempat dan kita tidak. Ini adalah saat yang berbahaya dan kita akan membangun militer kita," kata Trump dalam acara Savage Nation seperti dikutip dari Sputniknews, Senin (22/8/2016).
Trump berpendapat, Putin tidak ingin ISIS melakukan lebih daripada apa yang dilakukan dunia internasional. Ia pun menyebut Moskow sebagai sekutu alami terhadap bencana terorisme Islam radikal yang mengancam keselamatan dan keamanan di Barat.
Trump pun menyerang lawannya, Hillary Clinton, yang dinilainya memiliki sikap yang salah terhadap Moskow. Ia menyatakan bahwa Hillary dan Obama telah mendorong sesuatu yang lebih buruk dari Perang Dingin dengan terus mengayunkan pedang daripada mencari peluang untuk kompromi dan kolaborasi.
"Rusia bisa menjadi bantuan yang luar biasa bagi kita dalam merobohkan ISIS dan menyelamatkan kita. Dan itu bisa terjadi dengan kepemimpinan yang tepat," tukas Trump.
(ian)