Filipina Tolak Badan Internasional Selidiki Pembunuhan Ekstrayudisial

Minggu, 21 Agustus 2016 - 03:48 WIB
Filipina Tolak Badan...
Filipina Tolak Badan Internasional Selidiki Pembunuhan Ekstrayudisial
A A A
MANILA - Juru bicara presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan, perwakilan internasional tidak diterima untuk menyelidiki dugaan serentetan pembunuhan esktra yudisial terkait narkoba di negara itu. Pernyataan itu adalah jawaban atas cuitan pelapor khusus PBB Agnes Callamard.

Juru bicara Duterte, Ernesto Abella mengatakan, pemerintah Filipina belum mengirimkan undangan kepada pihak ketiga untuk melihat urusan dalam negeri Filipina. Ia menyatakan, Duterte menemukan pernyataan dari badan tertentu sebagai campur tangan yang tidak diinginkan.

"Situasi perang terhadap narkoba sedang ditangani oleh pihak berwenang Filipina, dan apa yang disebut sebagai investigasi oleh pihak ketiga adalah gangguan yang tidak pantas terhadap urusan rumah tangga dari negara yang warga negaranya menyambut perubahan bahwa kebijakan dan program presiden dan rakyatnya yang ramah telah pada tempatnya," kata Abella seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (21/8/2016).

Sebelumnya, Callamard mengatakan bahwa ia menerima tantangan yang diberikan oleh kepala penasehat hukum presiden Duterte, Salvador Panelo, untuk melihat sendiri situasi peredaran narkoba di negara itu. Tapi Abella menegaskan bahwa tidak ada undangan yang dikirimkan untuk Callamard atau pun dari perwakilan pihak ketiga lainnya.

Kelompok hak asasi manusia Internasional telah menyuarakan keprihatinan atas serentetan pembunuhan terhadap tersangka pengguna dan pengedar narkoba di Filipina. Media telah menghitung hampir 700 pembunuhan terjadi sejak Duterte mengambil alih kepresidenan pada 30 Juni.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
56 menit yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
1 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
2 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
3 jam yang lalu
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
4 jam yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
7 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved