Pentagon: Rusia Beritahu Kami Soal Operasi Militer dari Iran
Rabu, 17 Agustus 2016 - 17:50 WIB
Pentagon: Rusia Beritahu Kami Soal Operasi Militer dari Iran
A
A
A
WASHINGTON - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon mengatakan, Rusia sudah mengirimkan pemberitahuan kepada koalisi pimpinan AS sebelum mereka melakukan operasi militer dari sebuah pangkalan militer dari Iran. Pemberitahuan ini sesuai dengan perjanjian keselamatan penerbangan antara AS dan Rusia.
"Apa yang akan saya katakan adalah, Rusia telah memberitahu koalisi sesuai Memorandum of Understanding untuk keselamatan penerbangan," ucap juru bicara koalisi internasional, Kolonel Christopher Garver, seperti dilansir Itar-tass pada Rabu (17/8).
"Mereka mengaktifkan sistem seperti yang kami miliki di masa lalu. Mereka memberitahu kami jalur yang akan mereka gunakan. Pemberitahuan ini membuat penggunaan pangkalan militer di Iran tidak berdampak terhadap operasi yang dilakukan, baik Irak atau Suriah," sambungnya.
Dia menambahkan, Rusia sebenarnya cukup mendadak menyampaikan pemberitahuan tersebut. Namun, Graver menyatakan, pihaknya langsung bereaksi setelah mendapat pemberitahuan, dan membuat semuanya berjalan seperti sedia kala.
"Itu memberi kami cukup waktu untuk bereaksi guna memastikan bahwa rute masuk dan keluar yang digunakan oleh Rusia tidak berdampak operasi koalisi," sambungnya.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Mark Toner menyatakan, pihaknya sama sekali tidak terkejut melihat fakta Rusia pada akhirnya menggunakan pangkalan udara milik Iran. Meski demikian, Washington tetap menyayangkan keputusan Rusia tersebut.
"Apa yang akan saya katakan adalah, Rusia telah memberitahu koalisi sesuai Memorandum of Understanding untuk keselamatan penerbangan," ucap juru bicara koalisi internasional, Kolonel Christopher Garver, seperti dilansir Itar-tass pada Rabu (17/8).
"Mereka mengaktifkan sistem seperti yang kami miliki di masa lalu. Mereka memberitahu kami jalur yang akan mereka gunakan. Pemberitahuan ini membuat penggunaan pangkalan militer di Iran tidak berdampak terhadap operasi yang dilakukan, baik Irak atau Suriah," sambungnya.
Dia menambahkan, Rusia sebenarnya cukup mendadak menyampaikan pemberitahuan tersebut. Namun, Graver menyatakan, pihaknya langsung bereaksi setelah mendapat pemberitahuan, dan membuat semuanya berjalan seperti sedia kala.
"Itu memberi kami cukup waktu untuk bereaksi guna memastikan bahwa rute masuk dan keluar yang digunakan oleh Rusia tidak berdampak operasi koalisi," sambungnya.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Mark Toner menyatakan, pihaknya sama sekali tidak terkejut melihat fakta Rusia pada akhirnya menggunakan pangkalan udara milik Iran. Meski demikian, Washington tetap menyayangkan keputusan Rusia tersebut.
(esn)