Setelah Mencela, Donald Trump Kini Rangkul Sekutu NATO

Selasa, 16 Agustus 2016 - 10:00 WIB
Setelah Mencela, Donald...
Setelah Mencela, Donald Trump Kini Rangkul Sekutu NATO
A A A
YOUNGSTOWN - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, mengatakan bahwa dia akan bekerja sama dengan sekutu NATO untuk mengalahkan militan Islamic State atau ISIS jika dia terpilih sebagai presiden. Padahal, dalam kampanye sebelumnya Trump mencela sekutu-sekutu NATO karena kontribusi finansialnya minim.

”Kami juga akan bekerja sama dengan NATO pada misi baru ini,” kata Donald Trump. Pengubahan strategi kampanye Trump ini terjadi setelah retorikanya yang mencela sekutu-sekutu NATO menuai kritik dari negara-negara anggota NATO dan rekan-rekannya di Partai Republik.

Trump mengatakan pendekatan baru diadopsi untuk memerangi terorisme. Dia mengaku sudah berubah pikiran dan tidak lagi menganggap NATO sebagai aliansi usang.

”Kami akan mengalahkan terorisme radikal Islamis seperti kami telah mengalahkan setiap ancaman yang kami hadapi sebelumnya,” ujar Donald Trump. Dia telah menyalahkan rivalnya, capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, dan Presiden Barack Obama yang dia sebut sebagai “pendiri” ISIS.

Dalam pidatonya di Ohio, Trump juga mengatakan bahwa dalam melaksanakan seruannya melawan kelompok ISIS, dia tetap ingin melarang sementara warga Muslim asing untuk berimigrasi ke AS. Dia berencana mengembangkan tes skrining baru untuk menangkap orang-orang yang berniat merugikan AS.

Sementara itu, The Wall Street Journal, dalam sebuah editorialnya mengatakan bahwa Donald Trump harus memperbaiki kampanyenya dalam beberapa minggu atau dia akan terdepak. Menurut media AS itu, Donald Trump telah gagal membangun operasi kampanye yang kompeten.

”Jika mereka tidak bisa mendapatkan Trump untuk mengubah tindakannya pada Hari Buruh, Partai Republik tidak akan punya pilihan selain untuk menulis ‘off’ calonnya sebagai harapan dan fokus untuk menyelamatkan Senat dan Parlemen,” bunyi editorial yang dikutip Selasa (16/8/2016).

Hari Buruh, yang jatuh pada 5 September tahun ini, menandai akhir dari liburan musim panas di AS dan jadi tahap akhir dari musim Pemilu Presiden AS yang berjalan panjang.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
2 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
5 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
6 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
7 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
8 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
9 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved