Pembersihan Berlanjut, Turki Pecat Lebih dari 2.500 Staf Diyanet
Rabu, 10 Agustus 2016 - 08:32 WIB
Pembersihan Berlanjut, Turki Pecat Lebih dari 2.500 Staf Diyanet
A
A
A
ANKARA - Turki membekukan lebih dari 2.500 staf dari lembaga negara urusan agama sebagai bagian dari pembersihan pasca kudeta yang gagal bulan lalu. Turki menuding ulama sekaligus tokoh oposisi Fethullah Gulen sebagai dalang dari peristiwa berdarah itu.
Direktorat urusan agama, Diyanet, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa 2.560 orang telah dipecat dalam gelombang terbaru operasi pembersihan. Total sejak 15 Juli sudah 3.672 orang dipecat dari lembaga itu.
"Sebuah komisi telah dibentuk untuk terus bekerja keras guna menemukan simpatisan Gulen," begitu pernyataan Diyanet seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (10/8/2016).
Diyanet didirikan pada tahun 1924 yang bertugas untuk mengurusi masalah agama dalam negara sekuler Turki modern. Badan ini secara langsung terkait dengan kantor perdana menteri.
Diyanet memiliki anggaran yang lebih besar daripada kementerian lain termasuk kesehatan dan mengurusi hampir 80 ribu masjid di negara yang mayoritas Muslim itu. Badan ini memiliki 100 ribu personel termasuk imam tetapi Diyanet tidak memberikan rincian berapa dari mereka yang telah dipecat.
Pasca kudeta yang gagal pada 15 Juli lalu, puluhan ribu orang dari militer, pengadilan, pelayanan sipil dan pendidikan yang dicurigai terkait dengan gerakan Fethullah Gulen telah diberhentikan dari pekerjaan mereka atau ditahan. Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengatakan sekitar 16.000 sudah diserahkan ke dalam tahanan jelang sidang sementara. Sedangkan 6.000 lainnya berada di tahanan menunggu persidangan awal.
Direktorat urusan agama, Diyanet, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa 2.560 orang telah dipecat dalam gelombang terbaru operasi pembersihan. Total sejak 15 Juli sudah 3.672 orang dipecat dari lembaga itu.
"Sebuah komisi telah dibentuk untuk terus bekerja keras guna menemukan simpatisan Gulen," begitu pernyataan Diyanet seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (10/8/2016).
Diyanet didirikan pada tahun 1924 yang bertugas untuk mengurusi masalah agama dalam negara sekuler Turki modern. Badan ini secara langsung terkait dengan kantor perdana menteri.
Diyanet memiliki anggaran yang lebih besar daripada kementerian lain termasuk kesehatan dan mengurusi hampir 80 ribu masjid di negara yang mayoritas Muslim itu. Badan ini memiliki 100 ribu personel termasuk imam tetapi Diyanet tidak memberikan rincian berapa dari mereka yang telah dipecat.
Pasca kudeta yang gagal pada 15 Juli lalu, puluhan ribu orang dari militer, pengadilan, pelayanan sipil dan pendidikan yang dicurigai terkait dengan gerakan Fethullah Gulen telah diberhentikan dari pekerjaan mereka atau ditahan. Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengatakan sekitar 16.000 sudah diserahkan ke dalam tahanan jelang sidang sementara. Sedangkan 6.000 lainnya berada di tahanan menunggu persidangan awal.
(ian)