Erdogan: Hukuman Mati Ada di Sebagian Besar Dunia
Senin, 08 Agustus 2016 - 06:13 WIB
Erdogan: Hukuman Mati Ada di Sebagian Besar Dunia
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Tayyep Erdogan mengatakan, jika rakyat menginginkan hukuman mati setelah kudeta yang gagal pada bulan lalu maka partai politik akan mengikuti kemauan mereka. Erdogan mengatakan hal itu pada sebuah aksi demonstrasi besar-besaran menentang kudeta di Istanbul.
"Jika bangsa Turki membuat keputusan seperti itu (mendukung hukuman mati), saya percaya partai politik akan mematuhi keputusan ini. Parlemen Turki akan memutuskan hukuman mati ini yang diberikan kedaulatan. Saya menyatakan, saya akan menyetujui keputusan yang dibuat oleh parlemen," kata Erdogan seperti dikutip dari Al Araby, Senin (8/8/2016).
Erdogan lantas menyerang kritikus yang mengatakan tidak ada hukuman mati di Uni Eropa, dimana Turki menjadi kandidat anggota. Ia mengatakan bahwa hukuman mati digunakan di AS, Jepang, dan China.
"Hari ini ada hukuman mati di sebagian besar dunia," katanya menambahkan bahwa hukuman mati telah dibekukan di Turki sejak 2004 meskipun eksekusi terakhir terjadi pada 1984.
Erdogan juga menegaskan bahwa negara akan dibersihkan dari semua anggota gerakan Gulen. "Mereka akan membayar harga untuk apa yang telah mereka lakukan," mengacu pada gerakan dijalankan yang oleh ulama berbasis di AS Fethullah Gulen.
Gulen dituduh oleh Ankara memimpin sebuah organisasi teroris dan mengarsiteki upaya kudeta pada 15 Juli yang setidaknya menewaskan 273 orang termasuk 34 anggota komplotan kudeta. Namun ia membantah semua tuduhan dan bersikeras gerakannya mempromosikan Islam moderat, amal dan pendidikan.
"Jika bangsa Turki membuat keputusan seperti itu (mendukung hukuman mati), saya percaya partai politik akan mematuhi keputusan ini. Parlemen Turki akan memutuskan hukuman mati ini yang diberikan kedaulatan. Saya menyatakan, saya akan menyetujui keputusan yang dibuat oleh parlemen," kata Erdogan seperti dikutip dari Al Araby, Senin (8/8/2016).
Erdogan lantas menyerang kritikus yang mengatakan tidak ada hukuman mati di Uni Eropa, dimana Turki menjadi kandidat anggota. Ia mengatakan bahwa hukuman mati digunakan di AS, Jepang, dan China.
"Hari ini ada hukuman mati di sebagian besar dunia," katanya menambahkan bahwa hukuman mati telah dibekukan di Turki sejak 2004 meskipun eksekusi terakhir terjadi pada 1984.
Erdogan juga menegaskan bahwa negara akan dibersihkan dari semua anggota gerakan Gulen. "Mereka akan membayar harga untuk apa yang telah mereka lakukan," mengacu pada gerakan dijalankan yang oleh ulama berbasis di AS Fethullah Gulen.
Gulen dituduh oleh Ankara memimpin sebuah organisasi teroris dan mengarsiteki upaya kudeta pada 15 Juli yang setidaknya menewaskan 273 orang termasuk 34 anggota komplotan kudeta. Namun ia membantah semua tuduhan dan bersikeras gerakannya mempromosikan Islam moderat, amal dan pendidikan.
(ian)