Gara-gara Penampilan, Pasangan Muslim Gagal Terbang
Minggu, 07 Agustus 2016 - 23:50 WIB
Gara-gara Penampilan, Pasangan Muslim Gagal Terbang
A
A
A
CINCINNATI - Pasangan muslim asal Amerika Serikat (AS), Faisal dan Nazia Ali, harus menerima kenyataan pahit saat akan terbang kembali ke rumah mereka di Kentucky. Mereka gagal terbang hanya karena pramugara pesawat Delta Air Lines yang mereka tumpangi keberatan dengan keberadaan mereka.
Seperti dikutip dari Metro, Minggu (7/8/2016), pasangan Muslim itu menumpang Delta Air Lines dari Paris ke Kentucky dan bersiap untuk lepas landas ketika seorang awak mendekati mereka. Pramugari mengatakan kepada mereka bahwa anggota kru yang lain telah mengeluh kepada pilot bahwa ia merasa tidak nyaman dengan keberadaan keduanya. Lebih buruk lagi, pilot menolak terbang sampai mereka dikeluarkan dari pesawat.
Menurut Council on American-Islamic Relations (CAIR) atau Organisasi pembela hak-hak sipil Muslim di AS kedua pasangan itu tidak berperilaku buruk dan telah diasingkan karena penampilan mereka. Awak kapal mengeluh dengan mengatakan dia tidak nyaman dengan Nazia yang menggunakan jilbab dan mengucapkan kata Allah. Mereka juga menuduh Faisal telah menyembunyikan telepon.
Perlakuan buruk yang mereka tidak hanya sampai disitu. Keduanya sempat diperiksa dan menjadi sasaran pertanyaan yang kasar oleh seorang pejabat keamanan Prancis sebelum akhirnya diizinkan terbang pulang pada hari berikutnya.
"Itu memalukan. Kami diperlakukan seperti penjahat. Saya pikir, 'Kami adalah warga negara Amerika. Anda tidak dapat melakukan ini kepada kami'. Aku ingin orang-orang untuk dididik. Ini adalah awak penerbangan internasional. Mereka harus lebih berpendidikan daripada untuk membuat asumsi berdasarkan penampilan," kata Nazia.
Dalam sebuah pernyataan, Delta mengatakan pasangan itu akan menerima pengembalian dana secaea penuh, dan maskapai ini menyelidiki klaim mereka.
Seperti dikutip dari Metro, Minggu (7/8/2016), pasangan Muslim itu menumpang Delta Air Lines dari Paris ke Kentucky dan bersiap untuk lepas landas ketika seorang awak mendekati mereka. Pramugari mengatakan kepada mereka bahwa anggota kru yang lain telah mengeluh kepada pilot bahwa ia merasa tidak nyaman dengan keberadaan keduanya. Lebih buruk lagi, pilot menolak terbang sampai mereka dikeluarkan dari pesawat.
Menurut Council on American-Islamic Relations (CAIR) atau Organisasi pembela hak-hak sipil Muslim di AS kedua pasangan itu tidak berperilaku buruk dan telah diasingkan karena penampilan mereka. Awak kapal mengeluh dengan mengatakan dia tidak nyaman dengan Nazia yang menggunakan jilbab dan mengucapkan kata Allah. Mereka juga menuduh Faisal telah menyembunyikan telepon.
Perlakuan buruk yang mereka tidak hanya sampai disitu. Keduanya sempat diperiksa dan menjadi sasaran pertanyaan yang kasar oleh seorang pejabat keamanan Prancis sebelum akhirnya diizinkan terbang pulang pada hari berikutnya.
"Itu memalukan. Kami diperlakukan seperti penjahat. Saya pikir, 'Kami adalah warga negara Amerika. Anda tidak dapat melakukan ini kepada kami'. Aku ingin orang-orang untuk dididik. Ini adalah awak penerbangan internasional. Mereka harus lebih berpendidikan daripada untuk membuat asumsi berdasarkan penampilan," kata Nazia.
Dalam sebuah pernyataan, Delta mengatakan pasangan itu akan menerima pengembalian dana secaea penuh, dan maskapai ini menyelidiki klaim mereka.
(ian)