Jet F-35 Payah, AS Pertimbangkan Produksi Lagi F-22

Senin, 01 Agustus 2016 - 10:58 WIB
Jet F-35 Payah, AS Pertimbangkan...
Jet F-35 Payah, AS Pertimbangkan Produksi Lagi F-22
A A A
WASHINGTON - Sebuah gerakan di korps Angkatan Udara sedang berlangsung di Amerika Serikat (AS) untuk menyerukan agar pesawat jet tempur menakutkan F-22 Raptor diproduksi kembali. Gerakan ini muncul setelah peforma pesawat jet tempur F-35 mengecewakan.

Produksi pesawat jet tempur F-22 telah dihentikan sejak tahun 2011 lalu. Para pejabat Pentagon telah memperingatkan bahwa ide untuk memproduksi kembali pesawat jet tempur F-22 Raptor akan memakan biaya mahal. Namun, Angkatan Udara AS tidak terlalu peduli dengan peringatan para pejabat Pentagon.

Para anggota parlemen AS juga tidak yakin dengan peringatan pejabat Pentagon. Selama bertahun-tahun, anggota parlemen AS telah mengecam keputusan untuk menghentikan produksi F-22 Raptor karena dianggap merugikan keamanan nasional Amerika.

Produsen jet tempur Lockheed Martin awalnya dijadwalkan untuk membangun 749 unit F-22, tetapi akhirnya hanya memproduksi 187 unit.

Para anggota parlemen ikut mendorong gagasan memproduksi kembali F-22 untuk menghadapi revolusi penerbangan militer Rusia dan China yang semakin canggih.

Kongres AS kini secara resmi meminta Angkatan Udara melakukan studi untuk memeriksa biaya dan implikasi potensial di lini produksi jet tempur F-22.

Ide memproduksi kembali F-22 juga dipicu suara “teriakan” sekutu AS di Asia-Pasifik, yakni Jepang yang menginginkan pesawat jet tempur F-22 seiring dengan potensi ancaman yang kian meningkat dari China dan Korea Utara.

Biaya yang kelewat mahal dan kinerja buruk pesawat jet tempur F-35 juga telah menyebabkan Kongres untuk mempertimbangkan alternatif itu. Program F-35 telah menelan biaya pembayar pajak AS lebih dari USD1,5 triliun.

Pesawat F-35 yang direncanakan dinyatakan siap tempur dalam beberapa minggu mendatang, ternyata masih menngalami sejumlah kekurangan teknis termasuk kesalahan perangkat lunak.

Defense News mewawancarai mantan Kepala Staf Angkatan Udara AS, Jenderal Mark Welsh tentang kemungkinan menghidupkan kembali program F-22.

”Saya tidak berpikir itu ide liar, maksud saya keberhasilan F-22 dan kemampuan pesawat dan kru yang terbang itu cukup luar biasa,” kata Jenderal Welsh, yang dikutip Sputniknews, Senin (1/8/2016).

”Saya pikir itu membuktikan bahwa pesawat tersebut inni menjadi harapan semua orang. Kami menggunakannya dalam cara-cara baru dan berbeda dan itu sudah sukses spektakuler dan potensinya benar-benar, benar-benar luar biasa.”
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
26 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
58 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved