Trump Bantah Dibantu Rusia untuk Menangkan Pilpres
Selasa, 26 Juli 2016 - 17:59 WIB
Trump Bantah Dibantu Rusia untuk Menangkan Pilpres
A
A
A
WASHINGTON - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump membantah jika Presiden Rusia Vladimir Putin telah membantunya untuk memenangkan pilpres. Hal ini terkait tudingan tim kampanye Hillary mengenai skandal email petinggi Partai Demokrat yang berkolusi untuk menyingkirkan Bernie Sanders.
Berbicara dalam sebuah pertemuan di Winston-Salem, North Carolina, Trump menyebut tudingan itu sebagai teori konspirasi yang aneh. Ia pun menegaskan jika dirinya tidak pernah bertemu dengan Putin. Meski begitu, Trump menyatakan bahwa jika ia terpilih sebagai presiden AS maka ia akan mempertimbangkan untuk membentuk aliansi dengan Rusia untuk memerangi ISIS.
"Ketika Anda berpikir tentang hal itu, tidak akan lebih baik jika kita bergaul dengan Rusia? Bukankah lebih baik jika kita bersama-sama dengan Rusia dan mengetuk pintu neraka untuk ISIS?" kata Trump seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (26/7/2016).
Sebelumnya, puluhan ribu email pejabat DNC yang memberikan dukungan kepada Hillary Clinton untuk memenangkan nominasi presiden dari Partai Demokrat bocor ke publik. Dalam email tersebut para petinggi Partai Demokrat mencari beragam cara untuk menyingkirkan Bernie Sanders.
Manajer kampanye Hillary Clinton lantas menuding hacker Rusia telah mencuri email tersebut dan kemudian membocorkannya untuk mempermalukan Demokrat. Hal ini dilakukan untuk mengalahkan Hillary dalam pemilihan presiden pada 8 November mendatang.
"Saya tidak berpikir itu sebuah kebetulan jika email ini dirilis pada malam konvensi kami di sini, dan saya pikir itu menggangu," kata Mook.
Baca juga
Tim Hillary: Rusia Bantu Donald Trump Menangkan Pilpres AS
Berbicara dalam sebuah pertemuan di Winston-Salem, North Carolina, Trump menyebut tudingan itu sebagai teori konspirasi yang aneh. Ia pun menegaskan jika dirinya tidak pernah bertemu dengan Putin. Meski begitu, Trump menyatakan bahwa jika ia terpilih sebagai presiden AS maka ia akan mempertimbangkan untuk membentuk aliansi dengan Rusia untuk memerangi ISIS.
"Ketika Anda berpikir tentang hal itu, tidak akan lebih baik jika kita bergaul dengan Rusia? Bukankah lebih baik jika kita bersama-sama dengan Rusia dan mengetuk pintu neraka untuk ISIS?" kata Trump seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (26/7/2016).
Sebelumnya, puluhan ribu email pejabat DNC yang memberikan dukungan kepada Hillary Clinton untuk memenangkan nominasi presiden dari Partai Demokrat bocor ke publik. Dalam email tersebut para petinggi Partai Demokrat mencari beragam cara untuk menyingkirkan Bernie Sanders.
Manajer kampanye Hillary Clinton lantas menuding hacker Rusia telah mencuri email tersebut dan kemudian membocorkannya untuk mempermalukan Demokrat. Hal ini dilakukan untuk mengalahkan Hillary dalam pemilihan presiden pada 8 November mendatang.
"Saya tidak berpikir itu sebuah kebetulan jika email ini dirilis pada malam konvensi kami di sini, dan saya pikir itu menggangu," kata Mook.
Baca juga
Tim Hillary: Rusia Bantu Donald Trump Menangkan Pilpres AS
(ian)