Warga Turki di AS Tuntut Gullen Diekstradisi
Minggu, 17 Juli 2016 - 20:00 WIB
Warga Turki di AS Tuntut Gullen Diekstradisi
A
A
A
WASHINGTON - Warga Turki yang ada di Amerika Serikat (AS) berkumpul di Pennsylvania untuk memprotes upaya kudeta milter yang berujung pada kegagalan pada Jumat lalu. Kudeta tersebut diduga didalangi oleh tokok oposisi Turki yang berada di pengasingan di AS.
Sekitar 100 warga Turki yang berasal dari sejumlah wilayah di AS berkumpul di kediaman Fethullah Gulen yang berada di Saylorsburg. Mereka menuntut pemerintah AS untuk mengekstradisi Gulen ke Turki.
Pemerintah Turki menuding ulama sekaligus tokoh oposisi Fethullah Gulen sebagai dalang dari kudeta militer tersebut. Namun, Gulen dengan tegas membantah dan malah mengutuk aksi kudeta tersebut.
Para demonstran berteriak "Obama, usir dia!" dan "Bangsa Turki di sini, dimana pengkhianat?". Mereka juga meneriakkan "Tetangga Anda adalah seorang teroris," kepada kendaraan yang lewat seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (17/7/2016).
Para pengunjuk rasa juga memberikan dukungan kepada Pemerintah Turki untuk menghidupkan kembali hukuman mati untuk dijatuhkan kepada pelaku kudeta. Turki telah menghapuskan hukuman mati pada tahun 2004 lalu. Namun jika ini diberlakukan akan menjadi batu sandungan untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Sekitar 100 warga Turki yang berasal dari sejumlah wilayah di AS berkumpul di kediaman Fethullah Gulen yang berada di Saylorsburg. Mereka menuntut pemerintah AS untuk mengekstradisi Gulen ke Turki.
Pemerintah Turki menuding ulama sekaligus tokoh oposisi Fethullah Gulen sebagai dalang dari kudeta militer tersebut. Namun, Gulen dengan tegas membantah dan malah mengutuk aksi kudeta tersebut.
Para demonstran berteriak "Obama, usir dia!" dan "Bangsa Turki di sini, dimana pengkhianat?". Mereka juga meneriakkan "Tetangga Anda adalah seorang teroris," kepada kendaraan yang lewat seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (17/7/2016).
Para pengunjuk rasa juga memberikan dukungan kepada Pemerintah Turki untuk menghidupkan kembali hukuman mati untuk dijatuhkan kepada pelaku kudeta. Turki telah menghapuskan hukuman mati pada tahun 2004 lalu. Namun jika ini diberlakukan akan menjadi batu sandungan untuk bergabung dengan Uni Eropa.
(ian)