Rusia: Keputusan AS dan NATO Perburuk Situasi di Laut Hitam
Jum'at, 17 Juni 2016 - 16:05 WIB
Rusia: Keputusan AS dan NATO Perburuk Situasi di Laut Hitam
A
A
A
MOSKOW - Perwakilan tetap Rusia untuk NATO, Alexander Grushko menuturkan keputusan Amerika Serikat (AS) dan NATO untuk meningkatkan kehadiran di Laut Hitam akan memperburuk situasi di kawasan tersebut.
Grushko menyatakan, situasi di Laut Hitam saat ini sudah sangat rumit, yang juga disebabkan oleh aktivitas NATO. Peningkatan jumlah personel dan alat militer NATO dan AS akan membuat situasi di Laut Hitam menjadi kian rumit.
"Dari sudut pandang kami, ide ini akan berdampak negatif terhadap situasi yang sudah rumit di Laut Hitam, yang disebabkan oleh aktivitas militer NATO yang cenderung meningkat," kata Grushko, seperti dilansir Itar-tass pada Jumat (17/6).
"Ini lebih lanjut dapat merusak format kerjasama yang ada di wilayah Laut Hitam. AS mencoba untuk menaklukkan wilayah perairan ini dengan bantuan kapal, yang dilengkapi dengan sistem tempur Aegis dan memiliki anti-rudal, membawa risiko destabilisasi tambahan," sambungnya.
Sebelummnya, Grusko juga menuturkan bahwa pihaknya akan terus melihat dengan seksama setiap kegiatan militer yang dilakukan oleh AS dan NATO di kawasan Laut Hitam. Ini, lanjut Grushko, dilakukan guna mencegah ancaman yang mungkin bisa dimunculkan oleh AS dan NATO terhadap Rusia.
Grushko menyatakan, situasi di Laut Hitam saat ini sudah sangat rumit, yang juga disebabkan oleh aktivitas NATO. Peningkatan jumlah personel dan alat militer NATO dan AS akan membuat situasi di Laut Hitam menjadi kian rumit.
"Dari sudut pandang kami, ide ini akan berdampak negatif terhadap situasi yang sudah rumit di Laut Hitam, yang disebabkan oleh aktivitas militer NATO yang cenderung meningkat," kata Grushko, seperti dilansir Itar-tass pada Jumat (17/6).
"Ini lebih lanjut dapat merusak format kerjasama yang ada di wilayah Laut Hitam. AS mencoba untuk menaklukkan wilayah perairan ini dengan bantuan kapal, yang dilengkapi dengan sistem tempur Aegis dan memiliki anti-rudal, membawa risiko destabilisasi tambahan," sambungnya.
Sebelummnya, Grusko juga menuturkan bahwa pihaknya akan terus melihat dengan seksama setiap kegiatan militer yang dilakukan oleh AS dan NATO di kawasan Laut Hitam. Ini, lanjut Grushko, dilakukan guna mencegah ancaman yang mungkin bisa dimunculkan oleh AS dan NATO terhadap Rusia.
(esn)