Mengaku Diperkosa, Wanita Belanda Justru di Penjara di Qatar

Minggu, 12 Juni 2016 - 16:57 WIB
Mengaku Diperkosa, Wanita...
Mengaku Diperkosa, Wanita Belanda Justru di Penjara di Qatar
A A A
DOHA - Seorang wanita asal Belanda berusia 22 tahun dilaporkan telah ditahan kepolisian Qatar sejak Maret lalu. Wanita yang diketahui bernama Laura itu ditahan setelah dirinya melapor kepada polisi bahwa dia telah diperkosa oleh seseorang.

Menurut laporan media Qatar, Laura ditangkap karena dituduh telah berhubungan seks di luar nikah. Di Qatar, jika terbukti melakukan hubungan seks di luar nikah, maka seseorang terancam hukuman penjara hingga tiga tahun.

Berdasarkan keterangan pengaucara Laura, Brian Lokollo, Laura berada di Qatar untuk berlibur bersama seorang temanya, Lisa. Suatu malam, setelah dirinya bersenang-senang di sebuah klub di Doha, dirinya terbangun di sebuah bangunan aneh, dan menyadari ia telah diperkosa.

"Dia berpikir minuman yang ia konsumsi telah diberi obat tidur atau sesuatu lainnya, dan dia sedikit mengingat bahwa dirinya dibawa oleh taksi dengan pengemudi seorang pria Arab," kata Lokollo, seperti dilansir
dutchnews.nlpada Minggu (12/6).

Kepolisian Qatar kemudian dilaporkan langsung mencari, dan berhasil menangkap pria tersebut. Dalam kesaksiannya, pria tersebut mengaku tidak memperkosa Laura, tapi justru mengatakan dirinya dibayar untuk memuskan nafsu Laura.

Media-media setempat menuturkan bahwa keluarga pelaku terduga pemerkosaan telah memberikan tekanan besar kepada Laura agar dirinya mau menikah dengan pelaku. Ini dilakukan karena dengan menikah keduanya akan bebas dari hukuman, namun hal ini ditentang oleh Lokollo.

"Saya telah merekomendasikan untuk menentang ini, bukan hanya karena itu akan menjadi hal yang mengerikan untuk dilakukan, tapi saya tidak tahu apa konsekuensi lain yang akan terjadi," ucapnya.

Persidangan kasus Laura sendiri rencananya akan digelar pada esok hari, yang diawali oleh penjelasan dari para saksi dan tersangka. Pemerintah Qatar telah memastikan bahwa persidangan ini akan berjalan secara adil dan terbuka.

Sementara itu, di Belanda, Parlemen mendesak Menteri Luar Negeri Bert Koenders untuk membuat pernyataan tentang situasi ini, khususnya peran kedutaan dalam membantu wanita dan keluarganya. Parlemen juga meminta jawaban atas klaim, butuh tiga minggu sebelum orang dari kedutaan mengunjungi Laura di penjara.
(esn)
Berita Terkait
Menimba Ilmu di Akademi...
Menimba Ilmu di Akademi Sepak Bola Qatar, Hudzaifah Sufyan Berharap Masuk Timnas Indonesia
Qatar Negara Paling...
Qatar Negara Paling Aman di Dunia, Enam Tahun Berturut-turut
8 Stadion Canggih di...
8 Stadion Canggih di Piala Dunia Qatar 2022
Prabowo dan Emir Qatar...
Prabowo dan Emir Qatar Saksikan Penandatanganan MoU Dialog Strategis RI-Qatar
Fan Festival jelang...
Fan Festival jelang Piala Dunia 2022 Diserbu Ribuan Penonton
Fans Piala Dunia di...
Fans Piala Dunia di Qatar Diperkenalkan pada Islam
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
34 menit yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
1 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
2 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
6 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
7 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
9 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved