Iran Sebut Kongres AS Bukan Otoritas Global

Rabu, 08 Juni 2016 - 14:50 WIB
Iran Sebut Kongres AS...
Iran Sebut Kongres AS Bukan Otoritas Global
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohamad Javad Zarif dibuat kesal oleh Kongres Amerika Serikat (AS). Pasalnya, Kongres AS meminta Iran agar memberikan mereka visa, agar bisa memantau situs nuklir Iran, sebagai bagian dari kesepakatan nuklir.

Dalam sebuah surat yang disampaikan kepada Kongres AS, Zarif menuturkan bahwa Kongres AS bukanlah otoritas global, yang bisa melakukan segala hal yang diinginkan. Zarif juga menegaskan, hanya Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berhak mengawasi situs nuklir Iran, sebagai bagian dari kesepakatan nuklir.

"Anggota Kongres AS tidak bisa mendikte kebijakan negara-negara lainnya. Ini jelas berlaku untuk kebijakan visa Iran. Ingatlah, sebagai anggota Kongres AS, Anda bukan otoritas global," tulis Zarif dalam suratnya, seperti dilansir Tasnim News pada Rabu (8/6).

"Perjanjian nuklir yang dikenal sebagai JCPOA telah jelas menetukan bahwa satu-satunya badan yang kompeten untuk memantau pelaksanaan ketentuan nuklir adalah IAEA. Tidak ada peserta JCPOA, termasuk AS, dan tentu saja tidak ada warga atau pejabat negara-negara ini, yang dapat merebut hak tersebut untuk memantau pelaksanaan JCPOA untuk dirinya sendiri, mereka juga tidak diizinkan oleh JCPOA atau ketentuan hukum internasional lainnya untuk melanggar batas atas kedaulatan Iran dengan mengklaim otoritas pemantauan tersebut," sambungnya.

Zarif menambahkan, seorang pejabat negara asing hanya bisa datang ke sebuah negara untuk memantau pelaksaan, baik itu pemilu, sidang parlemen, atau dalam kasus ini memantau situs nuklir, jika negara yang bersangkutan mengundang pejabat itu.

"Di era modern, kunjungan ke situs atau parlemen atau lainnya untuk memantau pemilu yang dibuat atas undangan dan melalui perjanjian bilateral antara negara-negara berdaulat atau berdasarkan pengaturan timbal balik, dan bukan pada tuntutan sepihak oleh individu atau anggota parlemen. Kami juga mengingatkan bahwa Iran dan AS tidak memiliki hubungan diplomatik, dan dengan demikian, tidak ada pengaturan pemantauan timbal balik antara kedua negara," imbuhnya.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
37 menit yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
1 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
2 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
3 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
4 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved