AS, Jepang, dan Korsel Gelar Latgab Hadapi Provokasi Korut
Sabtu, 04 Juni 2016 - 20:29 WIB
AS, Jepang, dan Korsel Gelar Latgab Hadapi Provokasi Korut
A
A
A
SINGAPURA - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ashton Carter mengatakan, AS, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) akan melakukan latihan gabungan (latgab) untuk meningkatkan koordinasi terhadap provokasi Korea Utara (Korut).
Awal tahun ini telah diumumkan bahwa AS, Jepang, dan Korsel berencana menggelar latihan pertahanan rudal bersama di sela-sela latihan perang gabungan terbesar di Hawaii, RIMPAC.
"Misalnya, kemitraan trilateral AS-Jepang-Korsel membantu kita mengkoordinasikan tanggapan atas provokasi Korut. Dan saya senang mengumumkan bahwa AS, Jepang, dan Korsel akan melakukan latihan peringatan rudal balistik trilateral akhir bulan ini," kata Carter.
Carter mengungkapkan ikhwal latgab ini saat mengikuti Shangri-La Dialogue, konferensi internasional yang diadakan di Singapura, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (4/6/2016).
Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat setelah Korut berhasil melakukan uji coba bom hidrogen pada awal Januari lalu. Korut juga berhasil menempatkan satelit ke orbit, sebulan kemudian. Aktivitas Korut ini dinilai melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB dan memicu kecaman dari masyarakat internasional.
Awal tahun ini telah diumumkan bahwa AS, Jepang, dan Korsel berencana menggelar latihan pertahanan rudal bersama di sela-sela latihan perang gabungan terbesar di Hawaii, RIMPAC.
"Misalnya, kemitraan trilateral AS-Jepang-Korsel membantu kita mengkoordinasikan tanggapan atas provokasi Korut. Dan saya senang mengumumkan bahwa AS, Jepang, dan Korsel akan melakukan latihan peringatan rudal balistik trilateral akhir bulan ini," kata Carter.
Carter mengungkapkan ikhwal latgab ini saat mengikuti Shangri-La Dialogue, konferensi internasional yang diadakan di Singapura, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (4/6/2016).
Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat setelah Korut berhasil melakukan uji coba bom hidrogen pada awal Januari lalu. Korut juga berhasil menempatkan satelit ke orbit, sebulan kemudian. Aktivitas Korut ini dinilai melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB dan memicu kecaman dari masyarakat internasional.
(ian)