Cairkan Ketegangan, PM Turki Bilang Jerman Sekutu Penting
Jum'at, 03 Juni 2016 - 21:28 WIB
Cairkan Ketegangan, PM Turki Bilang Jerman Sekutu Penting
A
A
A
ANKARA - Hubungan antara Ankara dan Berlin mendadak berada di titik nadir setelah Parlemen Jerman menuding Turki telah melakukan genosida terhadap Armenia di masa Turki Ottoman pada tahun 1915-1916.
Terkait hal itu, Perdana Menteri baru Turki, Binali Yildirim mencoba mencairkan ketegangan dengan mengatakan keputusan Parlemen Jerman tidak akan merusak hubungan kedua negara. Menurutnya, Turki dan Jerman adalah dua sekutu yang sangat penting.
"Jerman dan Turki adalah dua sekutu yang sangat penting. Tidak ada yang harus diharapkan bahwa hubungan keduanya tiba-tiba akan memburuk sepenuhnya, karena keputusan ini atau keputusan yang sama," kata Yildirim dalam jumpa pers.
"Itu tidak berarti bahwa bagaimanapun kita tidak akan bereaksi, bahwa kita akan mengatakan apa-apa," katanya lagi seperti disitat dari Daily Star, Jumat (3/6/2016).
Yildirim mengatakan ia mempertimbangkan kerugian yang ditimbulkan dari keputusan itu terhadap hubungan kedua negara dengan memberikan reaksi yang tepat. Namun ia menegaskan bahwa hubungan keduanya akan tetap berlanjut
Komentar ini muncul sehari setelah Turki bereaksi atas putusan Parlemen Jerman terkait tudingan genosida dengan menarik duta besarnya dari Berlin. Ankara berpendapat pembunuhan itu tragedi kolektif di mana jumlah korban yang meninggal dari Turki sama dengan Armenia.
Terkait hal itu, Perdana Menteri baru Turki, Binali Yildirim mencoba mencairkan ketegangan dengan mengatakan keputusan Parlemen Jerman tidak akan merusak hubungan kedua negara. Menurutnya, Turki dan Jerman adalah dua sekutu yang sangat penting.
"Jerman dan Turki adalah dua sekutu yang sangat penting. Tidak ada yang harus diharapkan bahwa hubungan keduanya tiba-tiba akan memburuk sepenuhnya, karena keputusan ini atau keputusan yang sama," kata Yildirim dalam jumpa pers.
"Itu tidak berarti bahwa bagaimanapun kita tidak akan bereaksi, bahwa kita akan mengatakan apa-apa," katanya lagi seperti disitat dari Daily Star, Jumat (3/6/2016).
Yildirim mengatakan ia mempertimbangkan kerugian yang ditimbulkan dari keputusan itu terhadap hubungan kedua negara dengan memberikan reaksi yang tepat. Namun ia menegaskan bahwa hubungan keduanya akan tetap berlanjut
Komentar ini muncul sehari setelah Turki bereaksi atas putusan Parlemen Jerman terkait tudingan genosida dengan menarik duta besarnya dari Berlin. Ankara berpendapat pembunuhan itu tragedi kolektif di mana jumlah korban yang meninggal dari Turki sama dengan Armenia.
(ian)