Hillary Clinton Bela Israel sebagai Kewajiban Moral

Jum'at, 03 Juni 2016 - 17:14 WIB
Hillary Clinton Bela...
Hillary Clinton Bela Israel sebagai Kewajiban Moral
A A A
SAN DIEGO - Bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menegaskan bahwa jika menjadi Presiden AS pihaknya tetap membela Israel. Dia menyebut, pembelaan itu sebagai kewajiban moral AS pada sekutu terdekatnya.

Hal itu disampaikan Hillary dalam pidato di San Diego hari Kamis waktu setempat.

”Keamanan Israel adalah non-negotiable. Mereka adalah sekutu terdekat kami di wilayah itu dan kami memiliki kewajiban moral untuk membela mereka,” kata Hillary.

Dalam pidato tersebut, mantan Menteri Luar Negeri AS ini juga mengecam rivalnya dari Partai Republik, Donald Trump, terutama soal kebijakan luar negeri yang dia sebut berbahaya.

”Ide-ide Donald Trump tidak hanya berbeda, dia berbahaya dan membingungkan,” lanjut istri dari mantan Presiden Bill Clinton itu seperti dikutip Reuters, Jumat (3/6/2016).

Hillary telah mengecam ide Trump yang ingin duduk dengan pemimpin Korea Utara; Kim Jong Un untuk mencoba menghentikan program nuklir Pyongyang dan mengecam aliansi NATO yang sudah puluhan tahun menjadi sekutu AS dengan alasan biaya sebagai sekutu itu mahal bagi AS.

Hillary mengejek Donald Trump yang dia sebut tidak layak untuk menjadi Presiden AS. ”Dia bilang dia punya pengalaman kebijakan luar negeri karena dia menggelar kontes Miss Universe di Rusia,” ucap Hillary yang disambut tawa keras.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
2 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
3 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
4 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved