Hillary Kecam Donald Trump karena Kelewat Ramah pada Korut
Kamis, 02 Juni 2016 - 16:43 WIB
Hillary Kecam Donald Trump karena Kelewat Ramah pada Korut
A
A
A
CALIFORNIA - Kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengecam rivalnya, Donald Trump atas kebijakannya yang terlalu ramah pada Korea Utara (Korut) dan terlalu keras pada sekutu AS di Eropa.
Menurut Hillary dengan kebijakan luar negeri seperti itu, Donald Trump tidak layak untuk berkantor di Gedung Putih.
Kecaman dari istri mantan Presiden Bill Clinton ini muncul setelah Trump yang merupakan bakal capres AS dari Partai Republik berencana duduk bersama dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un untuk mencoba menghentikan program nuklir Pyongyang. Trump juga mengkritik keras aliansi NATO dan sekutu-sekutu AS di Eropa yang dianggap merugikan AS.
”Sangat penting bahwa orang mengerti ini bukan hanya tentang Republik vs Demokrat, Trump bukan seperti calon presiden yang telah kita lihat dan dia pada dasarnya tidak layak untuk menjadi komandan kami,” kata Hillary melalui asistennya Jake Sullivan dalam sebuah wawancara menjelang pidato Hillary Clinton di California, seperti dikutip Reuters, Kamis (2/6/2016).
California merupakan negara bagian AS yang paling padat penduduknya. Wilayah itu akan menggelar pemilu primer Selasa pekan depan untuk menentukan siapa capres AS dari Partai Demokrat.
Hillary Clinton sejatinya sudah memimpin atas rivalnya Bernie Sanders dalam bursa capres AS dari Partai Demokrat. Namun, dia tetap berharap bisa meraih dukungan besar di California.
Sementara itu, sebuah kolom di media Korut, DPRK Today, menyatakan bahwa Korut menganggap Trump sebagai politisi “bijaksana”. Sedangkan Hillary disebut politisi “keras kepala”.
Menurut Hillary dengan kebijakan luar negeri seperti itu, Donald Trump tidak layak untuk berkantor di Gedung Putih.
Kecaman dari istri mantan Presiden Bill Clinton ini muncul setelah Trump yang merupakan bakal capres AS dari Partai Republik berencana duduk bersama dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un untuk mencoba menghentikan program nuklir Pyongyang. Trump juga mengkritik keras aliansi NATO dan sekutu-sekutu AS di Eropa yang dianggap merugikan AS.
”Sangat penting bahwa orang mengerti ini bukan hanya tentang Republik vs Demokrat, Trump bukan seperti calon presiden yang telah kita lihat dan dia pada dasarnya tidak layak untuk menjadi komandan kami,” kata Hillary melalui asistennya Jake Sullivan dalam sebuah wawancara menjelang pidato Hillary Clinton di California, seperti dikutip Reuters, Kamis (2/6/2016).
California merupakan negara bagian AS yang paling padat penduduknya. Wilayah itu akan menggelar pemilu primer Selasa pekan depan untuk menentukan siapa capres AS dari Partai Demokrat.
Hillary Clinton sejatinya sudah memimpin atas rivalnya Bernie Sanders dalam bursa capres AS dari Partai Demokrat. Namun, dia tetap berharap bisa meraih dukungan besar di California.
Sementara itu, sebuah kolom di media Korut, DPRK Today, menyatakan bahwa Korut menganggap Trump sebagai politisi “bijaksana”. Sedangkan Hillary disebut politisi “keras kepala”.
(mas)