Saudi Minta Iran Jangan Politisasi Ibadah Haji

Rabu, 01 Juni 2016 - 19:40 WIB
Saudi Minta Iran Jangan...
Saudi Minta Iran Jangan Politisasi Ibadah Haji
A A A
RIYADH - Parlemen Arab Saudi angkat bicara mengenai keputusan Iran melarang warganya untuk datang ke Saudi dan menunaikan ibadah Haji. Larangan ini dikeluarkan setelah tidak adanya kesepakatan antara Iran dan Saudi mengenai penyelengaraan ibadah Saudi.

"Tidak ada jemaah yang akan dikirim ke tempat-tempat suci Muslim; Makkah dan Madinah, karena hambatan yang diciptakan oleh para pejabat Saudi," ucap Menteri Kebudayaan Iran, Ali Jannati beberapa waktu lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Organisasi Haji dan Umrah Iran juga turut mengecam Saudi atas tuduhan bahwa Riyadh kurang bekerjasama. “Terlalu banyak waktu telah hilang, dan sekarang sudah terlambat untuk mengatur ibadah haji," kata organisasi itu,

Menangapi hal ini, Parlemen Suadi menyebut langkah yang diambil oleh Iran itu adalah langkah politis, dan menurut mereka politisasi terhadap pelaksanaan ibadah Haji adalah suatu hal yang terlarang. Mereka mendesak Iran untuk tidak mempolitisasi ritual suci tersebut.

"Kesucian dua Masjid Suci dan tempat-tempat suci lainnya harus dipertahankan. Haji seharusnya hanya dimaksudkan untuk ritual dan ibadah," kata Parlemen Saudi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (1/6).

Ibadah haji tahunan merupakan salah satu rukun Islam. Menurut ajaran agama Islam, setiap Muslim yang mampu berkewajiban untuk berhaji ke Makkah. Namun, persoalan politik antara kedua negara itu telah merembet ke persoalan haji.

Hubungan kedua negara mulai tegang sejak konflik Suriah pecah lima tahun lalu. Iran mendukung Pemerintah Presiden Suriah Bashar Al-Assad di Damaskus, sementara Arab Saudi mendukung milisi pemberontak.

Ketegangan berlanjut ketika terjadi musibah selama pelaksanaan ibadah haji 2015 haji. Dalam tragedi robohnya tower crane di Masjidilharam dan tragedi melontar jumrah di Minna, ribuan jemaah meninggal. Penyelidikan independen oleh The Associated Press korban meninggal dalam tragedi Minna mencapai 2.411 jemaah.

Setelah musibah haji, ketegangan Iran dan Saudi semakin memanas, setelah Januari lalu Saudi mengeksekusi ulama Syiah, Nimr Baqr Al-Nimr atas tuduhan terlibat terorisme. Eksekusi bersama banyak terpidana mati lainnya itu memicu amarah massa di Iran yang menyerang dan membakar kantor Kedutaan Besar Saudi di Teheran dan Konsulat Saudi di kota lainnya. Puncaknya, Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
(ian)
Berita Terkait
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Panglima Militer Arab...
Panglima Militer Arab Saudi Berkunjung ke Iran, Ada Apa Gerangan?
Arab Saudi Resmi Akui...
Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
48 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
1 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
6 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
7 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
8 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved