PBB: 50 Ribu Warga Terperangkap di Fallujah
Sabtu, 28 Mei 2016 - 22:31 WIB
PBB: 50 Ribu Warga Terperangkap di Fallujah
A
A
A
JENEWA - Badan urusan pengungsi PBB, UNHCR mengatakan, sekitar 50 ribu warga sipil terperangkap di Fallujah. Mereka dicegah oleh kelompok ekstrimis ISIS untuk melarikan diri dari kota tersebut.
UNHCR juga mengatakan, mereka yang berhasil melarikan diri melaporkan beberapa warga kota itu mati kelaparan. Laporan yang sama juga dirilis oleh lembaga pengungsi Norwegia, hasil dari wawancara dengan para pengungsi di sebuah kamp dekat Fallujah.
"Pasokan makanan sangat sedikit. Kami mendengar laporan, mereka mengkonsumsi beras kadaluarsa dan kurma kering dan mereka pun harus diet," kata juru bicara UNHCR, Melissa Fleming dikutip dari Reuters, Sabtu (28/5/2016).
"Mereka juga sangat bergantung pada sumber air yang tidak aman, termasuk air drainase dari saluran irigasi," imbuhnya dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Swiss.
Sementara juru bicara UNHCR lainnya, Ariane Rummery mengatakan, sekitar 825 keluarga telah meninggalkan kota tersebut pada Jumat kemarin. Mereka pergi dengan meninggalkan barang-barang mereka dan telah dibawa ke tempat yang aman menggunakan minibus.
UNHCR juga mengatakan, mereka yang berhasil melarikan diri melaporkan beberapa warga kota itu mati kelaparan. Laporan yang sama juga dirilis oleh lembaga pengungsi Norwegia, hasil dari wawancara dengan para pengungsi di sebuah kamp dekat Fallujah.
"Pasokan makanan sangat sedikit. Kami mendengar laporan, mereka mengkonsumsi beras kadaluarsa dan kurma kering dan mereka pun harus diet," kata juru bicara UNHCR, Melissa Fleming dikutip dari Reuters, Sabtu (28/5/2016).
"Mereka juga sangat bergantung pada sumber air yang tidak aman, termasuk air drainase dari saluran irigasi," imbuhnya dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Swiss.
Sementara juru bicara UNHCR lainnya, Ariane Rummery mengatakan, sekitar 825 keluarga telah meninggalkan kota tersebut pada Jumat kemarin. Mereka pergi dengan meninggalkan barang-barang mereka dan telah dibawa ke tempat yang aman menggunakan minibus.
(ian)