Sekjen PBB Desak Duo Korea Gelar Dialog Damai
Kamis, 26 Mei 2016 - 20:45 WIB
Sekjen PBB Desak Duo Korea Gelar Dialog Damai
A
A
A
SEOUL - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon mendesak diadakannya kembali pembicaraan antara Korea Utara (Korut) dengan Korea Selatan (Korsel). Hal itu diungkapkannya kala berkunjung ke Korsel.
Ketegangan antara Korut dan Korsel meningkat sejak Pyongyang melakukan uji coba nuklir keempat pada bulan Januari lalu. "Kami harus menemukan kembali jalan menuju dialog," kata Ki-moon pada forum perdamaian dan keamanan di pulau selatan Jeju, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (26/5/2016).
Dalam beberapa pekan terakhir, Korut telah mengajak Korsel untuk melakukan perundingan militer yang bertujuan untuk deeskalasi situasi. Namun, ajakan itu ditolak. Korsel menegaskan, pembicaraan substantif antara dua Korea bisa dilakukan jika Korut membuat komitmen nyata untuk denuklirisasi.
"Meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea bisa menimbulkan bayangan kelam di Asia Timur Laur dan di luarnya. Saya menyambut semua upaya untuk bergerak maju. Dan saya siap untuk berkontribusi pribadi dengan cara apapun yang mungkin bisa membantu," kata Ki-moon.
Ki-moon memang aktif mengundang Korut dalam pembicaraan damai. Terakhir, perjalanan untuk melakukan hal itu telah diatur bertepatan dengan kunjungan ke Korsel pada November lalu, namun rencana itu gagal.
Berbicara kepada wartawan di Jeju, Rabu, Ki-moon mengatakan "Jendela untuk dialog tingkat tinggi" telah dibiarkan terbuka. "Saya satu-satunya yang telah mempertahankan saluran dialog dengan Pyongyang," tambahnya.
Ketegangan antara Korut dan Korsel meningkat sejak Pyongyang melakukan uji coba nuklir keempat pada bulan Januari lalu. "Kami harus menemukan kembali jalan menuju dialog," kata Ki-moon pada forum perdamaian dan keamanan di pulau selatan Jeju, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (26/5/2016).
Dalam beberapa pekan terakhir, Korut telah mengajak Korsel untuk melakukan perundingan militer yang bertujuan untuk deeskalasi situasi. Namun, ajakan itu ditolak. Korsel menegaskan, pembicaraan substantif antara dua Korea bisa dilakukan jika Korut membuat komitmen nyata untuk denuklirisasi.
"Meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea bisa menimbulkan bayangan kelam di Asia Timur Laur dan di luarnya. Saya menyambut semua upaya untuk bergerak maju. Dan saya siap untuk berkontribusi pribadi dengan cara apapun yang mungkin bisa membantu," kata Ki-moon.
Ki-moon memang aktif mengundang Korut dalam pembicaraan damai. Terakhir, perjalanan untuk melakukan hal itu telah diatur bertepatan dengan kunjungan ke Korsel pada November lalu, namun rencana itu gagal.
Berbicara kepada wartawan di Jeju, Rabu, Ki-moon mengatakan "Jendela untuk dialog tingkat tinggi" telah dibiarkan terbuka. "Saya satu-satunya yang telah mempertahankan saluran dialog dengan Pyongyang," tambahnya.
(ian)